Mengenal Dasan Agung Post media komunitas di Kota Mataram
Jumat, 6 September 2019 22:36 WIB
Warga Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan media komunitas karya pemuda setempat.
Mataram (ANTARA) - Namanya Dasan Agung Post atau bisa disingkat DA Post. Ini karya putra daerah yang masuk Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Bisa dibilang media ini, media komunitas khusus untuk wilayah Dasan Agung, sekaligus untuk menumbuhkan budaya tulis dan baca dari masyarakat.
Apa saja isinya?. Isinya tentu seputar wilayah Gapuk dan Dasan Agung sekitarnya. Dari soal kebersihan lingkungan, kegiatan remaja masjid sampai karang taruna.
Uniknya susunan redaksi dibuat seperti media cetak pada umumnya dimana ada pemimpin redaksi (pemred), redaktur, wartawan hingga bagian lay out.
Dari tata bahasa dibuat seorsinil atau sesuai gaya dari penulisnya namun mudah dipahami oleh pembaca.
"Ide ini awalnya dari Kepala Biro Perum LKBN Antara Biro NTB, Riza Fahriza bersama Dewan Pengawas (Dewas) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dedi Suhadi, yang ingin menciptakan media komunitas," kata Erwin Junandi, Pemred Dasan Agung Post yang juga anggota KIM Selaparang.
Paling utama dari dibentuknya DA Post, untuk menangkal maraknya hoaks dan mengisi kegiatan para remaja di wilayah Dasan Agung.
Para jurnalis DA Post juga, akan dilatih penulisan oleh Perum LKBN Antara Biro NTB.
Dasan Agung Post mulai merilis diawal tahun baru hijriah 1 Muharram 1441/1 September 2019 bersama pemuda setempat, edisi 01 atau tepatnya pada Jumat (6/9).
Warga Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan media komunitas karya pemuda setempat.
Koran atau buletin lokal hasil karya pemuda Dasan Agung ini, mendapat sambutan hangat dari warga, sebab semua anggotanya merupakan putra daerah atau pribumi wilayah tersebut, mulai dari jurnalis sampai Pimpinan Redaksi (Pimpred).
Meski dengan segala keterbatasan, seperti biaya cetak yang masih patungan hingga laptop yang hanya dapat pinjam tapi sudah bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.
Kepala Biro (Kabiro) Antara Riza Fahriza menyampaikan dengan adanya koran lokal seperti ini akan banyak kreatifitas dan potensi lokal yang bisa tersalurkan, disamping itu supaya bisa menular kepada kampung-kampung lain di kota Mataram, anggota KIM kecamatan/kelurahan sebagai inisiatornya.
Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dedi Suhadi mengatakan melalui koran lokal ini, harapannya pemuda setempat mampu mendata sejarah dan budaya lokal.
"Serta mempublikasi kejadian menarik di tengah masyarakat mulai dari level terbawah yaitu Lingkungan," katanya.
Bisa dibilang media ini, media komunitas khusus untuk wilayah Dasan Agung, sekaligus untuk menumbuhkan budaya tulis dan baca dari masyarakat.
Apa saja isinya?. Isinya tentu seputar wilayah Gapuk dan Dasan Agung sekitarnya. Dari soal kebersihan lingkungan, kegiatan remaja masjid sampai karang taruna.
Uniknya susunan redaksi dibuat seperti media cetak pada umumnya dimana ada pemimpin redaksi (pemred), redaktur, wartawan hingga bagian lay out.
Dari tata bahasa dibuat seorsinil atau sesuai gaya dari penulisnya namun mudah dipahami oleh pembaca.
"Ide ini awalnya dari Kepala Biro Perum LKBN Antara Biro NTB, Riza Fahriza bersama Dewan Pengawas (Dewas) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dedi Suhadi, yang ingin menciptakan media komunitas," kata Erwin Junandi, Pemred Dasan Agung Post yang juga anggota KIM Selaparang.
Paling utama dari dibentuknya DA Post, untuk menangkal maraknya hoaks dan mengisi kegiatan para remaja di wilayah Dasan Agung.
Para jurnalis DA Post juga, akan dilatih penulisan oleh Perum LKBN Antara Biro NTB.
Dasan Agung Post mulai merilis diawal tahun baru hijriah 1 Muharram 1441/1 September 2019 bersama pemuda setempat, edisi 01 atau tepatnya pada Jumat (6/9).
Warga Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan media komunitas karya pemuda setempat.
Koran atau buletin lokal hasil karya pemuda Dasan Agung ini, mendapat sambutan hangat dari warga, sebab semua anggotanya merupakan putra daerah atau pribumi wilayah tersebut, mulai dari jurnalis sampai Pimpinan Redaksi (Pimpred).
Meski dengan segala keterbatasan, seperti biaya cetak yang masih patungan hingga laptop yang hanya dapat pinjam tapi sudah bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.
Kepala Biro (Kabiro) Antara Riza Fahriza menyampaikan dengan adanya koran lokal seperti ini akan banyak kreatifitas dan potensi lokal yang bisa tersalurkan, disamping itu supaya bisa menular kepada kampung-kampung lain di kota Mataram, anggota KIM kecamatan/kelurahan sebagai inisiatornya.
Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dedi Suhadi mengatakan melalui koran lokal ini, harapannya pemuda setempat mampu mendata sejarah dan budaya lokal.
"Serta mempublikasi kejadian menarik di tengah masyarakat mulai dari level terbawah yaitu Lingkungan," katanya.
Pewarta : Erwin Junandi (KIM Selaparang)
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Dompu--Ditjenpas NTB teken MoU pembinaan dan pemberdayaan warga binaan
09 February 2026 20:52 WIB
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023