BWS normalisasi Sungai Jangkuk Mataram
Kamis, 24 Oktober 2019 13:37 WIB
Salah satu sisi Daerah Aliran Sungai Jangkuk, Kota Mataram, NTB. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk, Kota Mataram, dalam rangka Peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 2019.
Koordinator Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Kota Mataram Hartati yang dikonfirmasi seusai mengikuti rapat persiapan tersebut di Mataram, Kamis, mengatakan, Normalisasi Sungai Jangkuk mulai dijadwalkan tanggal 27-31 Oktober 2019, dengan menggunakan alat berat.
"Sungai Jangkuk dipilih karena akan menjadi pilot project BWS program masyarakat peduli sungai," katanya.
Karenanya setelah kegiatan normalisasi, BWS juga akan memberikan pelatihan bagi kelompok masyarakat peduli sungai di sekitar Sungai Jangkuk.
Karena itu, sebagai langkah awal BWS akan melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk mulai dari Kebon Sari hingga Ampenan atau dengan panjang sekitar 1,3 kilometer.
"Kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk dilakukan karena ketinggian sedimentasinya sudah mencapai sekitar 1-1,5 meter, sehingga harus dinormalisasi sebagai upaya antisipasi banjir saat musim hujan tiba dan untuk kebersihan sungai," katanya.
Menurutnya, kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk dari Kebon Sari hingga Ampenan ini sejalan dengan program membuka akses jalan baru di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk untuk wilayah Pejeruk dan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan.
"Untuk proyek penataan DAS Jangkuk, pemerintah akan mengalokasikan anggaran di atas Rp10 miliar di tahun 2020. Sekarang dalam tahap perencanaan proses lelang," katanya.
Penataan DAS Jangkuk ini sebagai salah satu upaya pendukung program pemerintah 100-0-100 dari Kementerian PUPR.
Program 100-0-100 adalah 100 persen akses ke air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen ke sanitasi bagus.
"Karena itu, program ini bertujuan untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh dan kawasan kumuh yang sudah di-SK-kan kepala daerah, bekerja sama Bank Dunia," katanya.
Koordinator Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) Kota Mataram Hartati yang dikonfirmasi seusai mengikuti rapat persiapan tersebut di Mataram, Kamis, mengatakan, Normalisasi Sungai Jangkuk mulai dijadwalkan tanggal 27-31 Oktober 2019, dengan menggunakan alat berat.
"Sungai Jangkuk dipilih karena akan menjadi pilot project BWS program masyarakat peduli sungai," katanya.
Karenanya setelah kegiatan normalisasi, BWS juga akan memberikan pelatihan bagi kelompok masyarakat peduli sungai di sekitar Sungai Jangkuk.
Karena itu, sebagai langkah awal BWS akan melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk mulai dari Kebon Sari hingga Ampenan atau dengan panjang sekitar 1,3 kilometer.
"Kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk dilakukan karena ketinggian sedimentasinya sudah mencapai sekitar 1-1,5 meter, sehingga harus dinormalisasi sebagai upaya antisipasi banjir saat musim hujan tiba dan untuk kebersihan sungai," katanya.
Menurutnya, kegiatan normalisasi Sungai Jangkuk dari Kebon Sari hingga Ampenan ini sejalan dengan program membuka akses jalan baru di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkuk untuk wilayah Pejeruk dan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan.
"Untuk proyek penataan DAS Jangkuk, pemerintah akan mengalokasikan anggaran di atas Rp10 miliar di tahun 2020. Sekarang dalam tahap perencanaan proses lelang," katanya.
Penataan DAS Jangkuk ini sebagai salah satu upaya pendukung program pemerintah 100-0-100 dari Kementerian PUPR.
Program 100-0-100 adalah 100 persen akses ke air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen ke sanitasi bagus.
"Karena itu, program ini bertujuan untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh dan kawasan kumuh yang sudah di-SK-kan kepala daerah, bekerja sama Bank Dunia," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Antisipasi banjir susulan, Kayu tumbang di Sungai Jangkuk Mataram diangkat
26 January 2026 15:25 WIB
Luapan Sungai Jangkuk Mataram terjang permukiman, BPBD turun data rumah warga
23 January 2026 14:12 WIB
Jalan pinggir Kali Jangkuk Mataram rawan longsor, begini respon legislator
16 March 2025 14:30 WIB, 2025
Pemkot Mataram pasang bronjong antisipasi dampak bencana hidrometeorologi.
22 November 2023 4:47 WIB, 2023