Jakarta (ANTARA) - Yayasan Perempuan Laju Perkasa mendukung pemberdayaan perempuan di era digital melalui pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bertajuk “Perempuan Berani, Berdaya dan Terampil” yang diikuti peserta dari berbagai latar belakang di Jakarta Timur.

Ketua Yayasan Perempuan Laju Perkasa Hetty Andika Perkasa mengatakan pelatihan AI dilakukan sebagai wujud komitmen bagi perempuan Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan diri.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen kami dalam mendorong perempuan untuk semakin berdaya di era digital ini,” ujar Hetty dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Bekerja sama dengan FBPWI dan ICT Watch, pelatihan dimulai dari penjelasan materi mendalam tentang AI, membuat prompt AI dengan tepat agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, praktik penggunaan fitur AI hingga kuis untuk memperluas literasi digital AI.

Pelatihan yang digelar di Balairung Gajah Mada, Kraton Majapahit Jakarta, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (16/5) itu diikuti oleh perempuan dengan berbagai latar belakang, mulai dari remaja, ibu rumah tangga sampai profesional.

“Melalui pelatihan ini kami berharap pelatihan ini bisa memberi kita semua ilmu, inspirasi untuk kita menjadi lebih bijak dan terampil dalam memanfaatkan AI untuk hal-hal yang positif dan produktif,” tambah Hetty.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti mengatakan pelatihan AI yang menyasar perempuan dan kalangan pelajar itu diharapkan bisa memberi manfaat.

ICT Watch adalah salah satu pelopor gerakan literasi digital di Indonesia melalui program Internet Sehat yang diinisiasi sejak 2002. ICT Watch berkembang hingga menjadi salah satu penggerak peningkatan literasi digital berbasis AI.

Baca juga: Dompu peringati Hari Ibu, dorong perempuan berdaya menuju Indonesia Emas

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami dari ICT Watch untuk bisa hadir di tengah ibu-ibu sekalian. Ini adalah sebuah kerja sama yang menyasar, mengutamakan pembelajaran kecerdasan AI untuk perempuan di Indonesia,” kata Indriyatno.

Salah satu peserta pelatihan, Tuti Marwati mengaku mendapat banyak ilmu dari pelatihan, antara lain pentingnya kontrol orang tua terhadap anak terkait gadget dan konten media sosial, hingga membuat lagu melalui AI yang tersedia di internet.

Baca juga: PLN dorong kemandirian sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat Lombok Utara

“Sekarang saya paham menggunakan AI, sampai bisa membuat lagu sendiri. Untuk saya itu satu prestasi yang luar biasa. Ada juga untuk pekerjaan bisa menggunakan yang tadi disampaikan untuk transkrip rapat, itu sangat membantu saya dalam pekerjaan,” kata Tuti.

 

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026