Mataram, 4/11 (ANTARA) - PT Telkom Tbk mengampanyekan internet sehat kepada para pelajar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, agar mereka mengakses internet untuk keperluan pendidikan.
Kampanye internet sehat yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Mataram, Kamis, dihadiri Executive General Manager (EGM) Divisi Telkom Flexi Triana Mulyatsa didampingi Manager PT Telkom Mataram Jeky James Ndun.
Turut hadir dalam kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dari sejumlah SMK di Kota Mataram tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi dan Wakil Kepala SMK Negeri 3 Mataram Syaifuddin.
EGM Divisi Telkom Flexi Triana Mulyatsa mengatakan kampanye internet sehat tersebut untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bagaimana memanfaatkan teknologi internet untuk memudahkan mereka menggali berbagai informasi yang berhubungan dengan pelajaran mereka secara luas.
"Memang kebanyakan orang menilai teknologi internet memiliki dampak negatif terutama bagi kalangan anak-anak. Padahal tanpa internet hal-hal negatif itu sudah ada. Oleh sebab itu jangan jadikan internet sebagai kambing hitam," katanya.
Menurut dia, Indonesia merupakan negara pengguna internet tertinggi di dunia, namun hampir 90 persen dimanfaatkan untuk hal-hal yang kurang produktif.
"Internet di Indonesia kebanyakan dimanfaatkan untuk faceebook, twitter dan mengakses beberapa situs yang tidak begitu bermanfaat, sehingga terkesan waktu terbuang untuk mengerjakan sesuatu yang tidak produktif," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Triana menawarkan paket internet bersubsidi dengan menggunakan flexi net kepada kalangan siswa dan tenaga pendidik untuk memudahkan mereka menggali informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan secara luas dengan biaya yang relatif murah.
Dalam mengakses internet dengan menggunakan flexi net tanpa batas, para pelajar dan tenaga pendidik hanya dikenakan biaya sebesar Rp35 ribu per bulan, sedangkan kalangan umum dikenakan biaya sebesar Rp50 ribu per bulan.
Selain menggunakan flexi net, kata dia, PT Telkom juga sudah menyediakan layanan internet berbasis jaringan kabel telepon yakni 'Speedy', dan melalui 'Global System for Mobile Communications' (GSM) dalam bentuk 'flash' modem yang disediakan oleh anak perusahaan PT Telkom yakni PT Telkomsel.
"Jadi kami memberikan subsidi kepada para pelajar dan tenaga pendidik sebesar Rp15 ribu pe bulan. Saya rasa itu bukan biaya yang mahal untuk mendapatkan informasi yang luas," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026