Tren kasus DBD di Mataram menurun

id dbd,mataram,dinkes

Tren kasus DBD di Mataram menurun

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu mengalami penurunan dari 70 kasus pada April menjadi 52 kasus pada Mei 2021.

"Penurunan kasus DBD tersebut dipicu karena faktor cuaca. Selama, bulan Mei curah hujan relatif rendah sehingga tidak ada potensi genangan air yang memicu munculnya jentik nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat.

Sementara untuk data kasus DBD bulan Juni 2021, sambungnya, masih dalam proses pendataan. Haparannya, jumlah kasus bulan Juni bisa lebih rendah dibandingkan Mei 2021.

Menurutnya, total kasus DBD sejak Januari sampai Mei 2021 tercatat sebanyak 353 kasus dan bulan April menjadi puncak kasus DBD pada awal tahun 2021.

Tapi, dari 353 kasus DBD itu tidak semuanya dinyatakan positif DBD karena ada juga yang masuk kasus suspek atau menyerupai.

"Dari 353 kasus DBD tersebut, satu pasien diantaranya meninggal karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes)," katanya.

Dikatakan, sebanyak 353 kasus DBD yang ditemukan itu tersebar pada 48 kelurahan dari 50 kelurahan se-Kota Mataram. Artinya, ada dua kelurahan yang masih putih atau nol kasus DBD.

"Dua kelurahan yang masih nol kasus DBD itu adalah Kelurahan Ampenan Tengah dan Cakranegara Timur," katanya.

Kendati terjadi tren penurunan kasus DBD, Usman tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap berbagai potensi peningkatan kasus DBD.

Karenanya, masyarakat harus terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), melakukan gerakan 3M plus (menguras bak air, menutup dan mengubur barang bekas), plus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Untuk kegiatan pengasapan atau 'fogging' tetap kita lakukan, tapi difokuskan pada kelurahan yang warganya positif terjangkit DBD," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar