Sampah plastik di hutan penyangga sumber mata air dibersihkan

id Sampah

Sampah plastik di hutan penyangga sumber mata air dibersihkan

Kondisi Sampah di Lombok Tengah yang butuh perhatian semua masyarakat (ANTARA/Akhyar)

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, sampah plastik yang ada di hutan penyangga sumber mata air di Kecamatan Batukliang Utara telah dibersihkan bersama masyarakat setempat. 

Kegiatan pembersihan sampah ini merupakan kerjasama antara PDAM Lombok Tengah, NGO pecinta dan konservasi alam, serta Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah.

"Ini untuk menjaga kebersihan sumber mata air yang disalurkan kepada pelanggan," kata Plt Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo di Praya, Senin. 

Sampah yang dibersihkan tersebut adalah sampah masyarakat sekitar, bukan sampah produksi PDAM. Lokasinya di Jembatan kawasan hutan lindung bukan di kawasan sumber mata air Aik Bone. Namun seolah-olah PDAM yang dipersoalkan, padahal bukan sampah PDAM. 

"Perlu diketahui bahwa air yang keluar di mata air Aik Bone adalah air yang keluar dari mata air dan akar tanaman, bukan air permukaan," katanya. 

Untuk itu, pihaknya datang untuk melakukan gotong royong membersihkan sampah dan melakukan penanaman bibit pohon durian dan bibit lainnya, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem sumber mata air di daerah setempat. 

"Lokasi bersih-bersih difokuskan pada jembatan kawasan hutan penyangga, karena untuk kawasan sumber mata air selalu bersih dan steril," katanya. 

Direktur Green Care Indonesia, Lalu Marjuan Thoyib mengapresiasi langkah PDAM untuk melakukan penanaman pohon dan gotong royong pembersihan sampah di hutan penyangga Aik Bone.

"Sampah yang kita bersihkan notabene adalah sampah dari masyarakat bukan sampah PDAM juga, tapi kita tidak perlu saling menyalahkan karena siapa lagi yang harus kita harapkan jika tidak kita sama-sama mulai dari sekarang," katanya. 

Selain bergotong royong membersihkan sampah, pihaknya juga melakukan penanaman pohon dengan teknik sulam, walaupun sudah banyak pohon besar perlu ada calon pohon pengganti jika pohon itu mati. 

"Supaya tidak menjadi kegiatan seremonial, kami bekerjasama dengan FORMASI Aik Bukak untuk melakukan pemantauan setiap minggunya, sehingga pohon yang ditanam benar-benar hidup dan mata air akan terjaga," katanya.