Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Hj Eka Nurhayati di Mataram, Selasa, mengatakan, untuk kebutuhan tim medis panitia mengoptimalkan tim yang ada di Pulau Sumbawa, seperti dari Kabupaten Dompu dan Bima.
"Jadi meskipun kita sudah memiliki tim medis yang terlatih dalam menangani pasien di lapangan balap motor, tapi kita tidak ikut serta sebab sudah ditangani langsung oleh RSUP NTB," katanya.
Bahkan, lanjutnya, RSUD Kota Mataram juga tidak menjadi rumah sakit rujukan bagi para pembalap maupun penonton yang membutuhkan rujukan saat ajang MXGP berlangsung.
"Kita bukannya tidak mau, tapi kita terkendala lokasi yang cukup jauh serta sarana dan prasarana yang minim," katanya.
Menurutnya, pada lokasi MXGP 2022 di Samota pihaknya kesulitan untuk mendapatkan penginapan. Apalagi untuk mendatangkan tim medis, karena itulah disepakati untuk tim medis mengoptimalkan potensi lokal.
"Kita yang nonton saja nanti tidak bisa menginap, kita hanya numpang mandi di rumah penduduk langsung pulang," katanya.
Namun demikian, lanjut Eka, tim medis dari RSUD Kota Mataram yang sudah terlatih untuk penangan pasien di lapangan balap motor, akan tetap dioptimalkan pada kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika.
Eka menambahkan, saat ajang MotoGP 2022, RSUD Kota Mataram menjadi rumah sakit rujukan kedua setelah RSUP NTB, untuk para penonton MotoGP. Sedangkan rujukan utama bagi pembalap ke RSUP NTB.
"Jumlah tim medis yang kami turunkan di sirkuit sekitar 50 orang, yang tersebar pada ring 1, 2 dan 3, serta satu posko khusus yang siaga menerima informasi layanan medis di areal sirkuit," katanya.
Tim medis yang diturunkan merupakan anggota tim PSC yang sudah terlatih menangani pasien di lapangan dan mereka juga sudah memiliki pengalaman saat ajang WSBK (World Superbike) November 2021.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026