Memorandum itu terdiri atas 12 butir yang intinya mengajak dan mengingatkan kepada seluruh karyawan dan rekanan bisnis untuk segera melakukan upaya penghematan pada sejumlah sektor
Sumbawa Barat, (Antara)- PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengeluarkan memorandum darurat Nomor 007/GMO-TT/NNT/II/2014 yang ditujukan kepada segenap karyawan dan mitra bisnis, yang pada pokoknya menekankan perlunya dilakukan upaya penghematan.

"Memorandum itu terdiri atas 12 butir yang intinya mengajak dan mengingatkan kepada seluruh karyawan dan rekanan bisnis untuk segera melakukan upaya penghematan pada sejumlah sektor," kata General Manager Operations (GMO) PT NNT Tren Tempel di Sumbawa Barat, Senin.

Sebelum memorandum dikeluarkan, kata Tren, managemen PT NNT telah terlebih dahulu melakukan serangkaian komunikasi dengan karyawan, menjelaskan pokok-pokok isi UU Minerba tahun 2009 dan hak perusahaan sebagaimana tercantum di dalam Kontrak Karya (KK).

Menurut Tren, pokok-pokok isi UU Minerba antara lain berdampak terhadap kemampuan perusahaan untuk melakukan ekspor konsentrat tembaga, hingga pada gilirannya mempengaruhi pendapatan perusahaan untuk dapat mempertahankan operasional dalam waktu dekat.

Dia mengatakan, dampak paling signifikan dari peraturan itu adalah pengenaan atau menetapan bea ke luar secara progresif atas ekspor konsentrat tembaga.

Seperti halnya bisnis lain, lanjut dia, PT NNT merupakan entitas bisnis yang harus memiliki pendapatan yang mencukupi untuk membayar semua biaya pengeluaran dan operasional perusahaan, serta memberikan keuntungan yang memadai kepada para pemegang saham. Tanpa pendapatan yang mencukupi, perusahaan pada akhirnya terpaksa harus melakukan penghentian operasi.

Sehubungan dengan itu, perusahaan tengah berupaya membangun komunikasi dan dialog secara intensif dengan pemerintah untuk mendapatkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

PT NNT juga tengah menyusun rencana darurat untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi, jika tidak ada solusi dalam waktu dekat, ujarnya.

"Rencana keadaan darurat sebagai upaya terakhir, adalah mengurangi kegiatan operasional, yang pada gilirannya nanti akan mengkondisikan `site` dalam status pemeliharaan dan perawatan," kata Tren.

Namun demikian, lanjut dia, hingga kini masih belum diputuskan, kapan pengurangan kegiatan operasional ini akan dimulai. Tetapi, perlu diketahui bahwa saat ini kondisi keuangan perusahaan sudah terbatas dan harus melakukan upaya penghematan biaya.

Menyinggung kembali soal memorandum tertanggal 19 Februari 2014 yang memuat 12 butir penjelasan, Tren merinci, masing-masing adalah, pertama menghentikan lembur tak terjadwal, yang tanpa mendapat persetujuan dari manajer departemen atau GMO.

Kedua, semua `contract request (CR)`, berapapun nilainya, harus mendapat persetujuan GMO. Ketiga, perpanjangan segala jenis kontrak harus mendapat persetujuan dari GMO. Keempat, segala jenis pemberian bantuan atau donasi dan kontribusi harus mendapat persetujuan dari presiden direktur atau GM Tanggung Jawab Sosial dan Hubungan Pemerintah PT NNT.

Kelima, penyelenggaraan acara perusahaan (`function`) harus mendapat persetujuan dari manajemen departemen terkait. Keenam, semua proyek pengeluaran modal yang telah disetujui sebelumnya akan dikaji ulang oleh tim pimpinan site (SLT), dibantu oleh Project Development Manager and Principle Advisor of Operations Planning.

Ketujuh, Supply Chain Departemen akan mengkaji kembali semua pembelian barang skala besar dan ketersediaan stok penting komoditas curah dan suku cadang. Setelah dikaji, SLT akan memutuskan pembelian dan pemesanan ulang stok apa yang perlu dikurangi dan ditunda.

Kedelapan, perjalanan dinas dalam negeri akan dibatasi hanya untuk yang `benar-benar penting` dan harus mendapat persetujuan manajer departemen atau GMO. Kesembilan, semua perjalanan dinas dalam negeri harus menggunakan pesawat kelas ekonomi (termasuk GMO dan staf kantor Jakarta).

Kesepuluh, semua perjalanan dinas ke luar negeri harus mendapat persetujuan dari GMO. Kesebelas, setiap tamu untuk kepentingan bisnis yang berkunjung ke `site` harus mendapatkan persetujuan dari manajer departemen atau GMO atas pertimbangan bisnis penting. Terakhir, mulai awal Maret, layanan makan siang di Mess Hall Townsite akan dihentikan. Karyawan yang saat ini makan siang di Mess Hall akan diganti dengan nasi kotak sesuai permintaan.

"Sangat disayangkan bahwa kami berada dalam kondisi yang terpaksa harus melakukan upaya penghematan. Namun, kebijakan perusahaan atas dasar prinsip kehati-hatian (`prudence`) mengharuskan manajemen melakukan segala daya upaya untuk mempertahankan cadangan atau kondisi keuangan," kata Tren Tempel, menjelaskan.


Pewarta :
Editor: Dina
COPYRIGHT © ANTARA 2026