"Seluruh personil linmas telah diinstruksikan untuk ikut melakukan deteksi dini kerawanan pemilu, sehingga terlibat aktif dalam pemantauan di desa-desa dan berbagai kelurahan," kata Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Provinsi NTB Ibnu SaMataram (Antara Mataram) - Personil perlindungan masyarakat (linmas) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) juga diikutkan dalam kegiatan deteksi dini kerawanan pemilu di berbagai desa dan kelurahan.
"Seluruh personil linmas telah diinstruksikan untuk ikut melakukan deteksi dini kerawanan pemilu, sehingga terlibat aktif dalam pemantauan di desa-desa dan berbagai kelurahan," kata Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Provinsi NTB Ibnu Salim, di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan, personil linmas yang dilibatkan sesuai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Selain mengamankan TPS saat pemungutan suara, personil linmas yang sudah ditempatkan di berbagai desa/kelurahan itu, juga melakukan pemantauan pelaksanaan pemilu.
"Berbagai permasalahan di desa-desa, terutama isu-isu yang berkaitan dengan pelaksanaan pemungutan suara, semuanya diserap dan dilaporkan ke atas, agar pimpinan dapat mengantisipasinya," ujarnya.
Sejauh ini, kata Ibnu, belum ada penonjolan kerawanan gangguan keamanan pada komunitas masyarakat akar rumput.
Selama masa kampanye 16 Maret hingga 5 April 2014, situasi cukup terkendali, meskipun diwarnai beragam isu soal dukung-mendukung calon anggota legislatif.
"Setiap hari kami rekap laporan deteksi dini, sejauh ini masih aman damai, dan diharapkan situasi seperti ini terus berlanjut hingga pascapemilu 2014," ujarnya.
Ibnu membenarkan kalau jumlah personil linmas untuk pengamanan di TPS Pemilu 2014 lebih banyak dari saat pemilihan kepala daerah (pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, 13 Mei 2013.
Pada pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, jumlah TPS sebanyak 8.922 unit sehingga jumlah personil linmas pun sebanyak itu.
Untuk Pemilu 2014, jumlah TPS ditetapkan sebanyak 12.020 unit, sehingga jumlah linmas pun diupayakan sebanyak itu.
Dengan demikian, ada penambahan sebanyak 3.098 unit TPS sehingga penambahan personil linmas pun sebanyak itu sebagai wujud peran pemerintah daerah dalam menyukseskan Pemilu 2014.
Penambahan jumlah TPS yang berdampak pada penambahan jumlah personil linmas itu, erat kaitannya dengan penambahan jumlah pemilih, dari sebanyak 3,4 juta pemilih menjadi hampir empat juta pemilih (masih proses validasi akhir).
Selain itu, penambahan linmas juga dimaksudkan untuk memperkuat pola pengamanan di TPS, mengingat Polda NTB beserta jajarannya juga kekurangan personil.
Sebelumnya, Kapolda NTB Brigjen Pol Moechgiyarto mengatakan, pihaknya kekurangan personil pengamanan TPS Pemilu 2014, sehingga menginginkan bantuan aparat perlindungan masyarakat (linmas) dari pemerintah daerah.
"TPS untuk Pemilu 2014 sebanyak 12.020 unit, sementara anggota polri di wilayah NTB hanya 9.000 orang lebih, sehingga perlu bantuan aparat linmas," ujar Moechgiharto.
Polri sempat menambah personil baru untuk perkuatan pengamanan Pemilu 2014 sebanyak 20 ribu orang, dan Polda NTB mendapat 600 hingga 700 orang, dari kesatuan Brimon dan Dalmas (pengendalian massa), namun masih belum mencukupi jumlah personil yang dibutuhkan sesuai jumlah TPS. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026