"Ketua DPD Asita NTB Agus Mulyadi telah menyampaikan program itu dan Gubernur menyambut baik," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budi Prayitno.Mataram (Antara Mataram) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat (NTB) memprogramkan kegiatan peduli Gunung Rinjani, yang akan dilaksanakan pada Agustus 2014.
"Ketua DPD Asita NTB Agus Mulyadi telah menyampaikan program itu dan Gubernur menyambut baik," kata Kabag Humas dan Protokol Setda NTB Tri Budi Prayitno, di Mataram, Jumat, usai mendampingi Gubernur NTB menerima pengurus Asita NTB.
Ketua Asita NTB Agus Mulyadi yang didampingi pengurus Asita NTB lainnya menemui Gubernur NTB guna menyampaikan sejumlah program kerja, termasuk kegiatan penduli Gunung Rinjani, yang dikemas dalam program "Rinjani Care 2014".
Tri mengatakan, gubernur mendukung program tersebut karena merupakan bagian dari upaya nyata kalangan pengusaha dan pihak lainnya, terhadap kelestarian kawasan wisata Gunung Rinjani.
Apalagi, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), pada telah berstatus geopark atau taman bumi nasional sejak 14 November 2013.
"Kata Gubernur, `Rinjani Care 2014` itu harus terlaksana, dan Asita diminta merealisasikan kegiatan tersebut, yang melibatkan semua pihak terkait," ujarnya.
Pemprov NTB juga akan memfasilitasi kelancaran program peduli Gunung Rinjani itu, sesuai kemampuan keuangan daerah.
Kawasan TNGR mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lombok Barat seluas 12.360 hektare meliputi dua kecamatan dengan 15 desa, Lombok Tengah seluas 6.824 hektare yang mencakup dua kecamatan tersebar pada lima desa dan Kabupaten Lombok Timur pada tujuh kecamatan yang tersebar pada 17 desa dengan luas kawasan 22.146 hektare.
Salah satu pesona unggulan TNGR adalah Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.010 meter dari permukaan laut. Danau Segara Anak berada di sebagian Gunung Rinjani yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB Chaerul Maksul mengatakan, Pemprov NTB terus berupaya mendorong pembenahan pengelolaan aktivitas pendakian Gunung Rinjani.
"Kami terus dorong agar pengelolaannya lebih profesional. Tentu kelembagaannya harus jelas dan kerjanya terarah," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini akan digelar pertemuan koordinasi yang melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder), guna menyepakati pola pengelolaan yang melembaga atas Rinjani Geopark Nasional.
Para bupati dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di wilayah Gunung Rinjani, seperti Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah, juga akan diundang dalam rapat koordinasi tersebut.
"Arah pembicaraannya pada lembaga pengelola, nantinya dibentuk dewan pelaksana yang kemudian bekerja sama dengan sektor swasta agar pengelolaannya lebih profesional," ujarnya.
Selain itu, lembaga pengelola Rinjani Geopark Nasional itu akan membentuk sejumlah divisi yang mencakup semua bidang tugas yang mengarah kepada kelestarian lingkungan. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026