Mataram, 3/5 (ANTARA) - Gunung Barujari (2.376 meter) yang merupakan anak Gunung Rinjani (3.726 meter) kembali menyemburkan abu pada Minggu (3/5) sekitar pukul 05.50 WITA.

   Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben)  NTB, Ir. Heryadi Rachmat di Mataram mengatakan, sebelumnya Sabtu (2/5) sekitar pukul 15.50 Wita Gunung Barujari  tiga kali  mengeluarkan abu.

   "Kini tim ahli gunungapi dari Badan Geologi Bandung yang dipimpin Ir Igan Supriatman MSc didampingi 'geologist' dari Distamben NTB sedang memantau gunung tersebut. Kondisinya belum membahayakan," katanya. 
  Ia mengatakan, semburan abu tipis dari  letusan Gunung Barujari tersebut mengarah ke Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang lokasinya relatif dekat dengan gungungapi tersebut.

   Menurut Heryadi,  saat ini tim sedang memantau dari Sembalun, Lombok Timur untuk mengetahui dampak letusannya. 
Ia mengatakan, selama periode 1944-2009   Gunung Rinjani dan dua gunung baru yang muncul di kaldera gunungapi tersebut, yakni Gunung Barujari dan Gunung Rombongan telah beberapa kali meletus.

   Pada 1944 letusan gunung tersebut menimbulkan lava di danau Segara Anak, kemudian 1966 kembali terjadi letusan yang berpusat di Gunung Barujari  ke arah selatan.

   Letusan dari Gunung  Barujari tersebut menyemburkan  abu cukup tebal, bahkan abunya sampai di Mataram dan aliran lava ke arah utara kemudian masuk ke dalam danau.

  "Akibat  banjir bandang di Kokok Tanggek, Lombok Timur yang membawa lava dari danau Segara Anak,  telah menelan  31 korban jiwa warga  di Aikmel, Lombok Timur," katanya.

   Pada 2004 kembali terjadi letusan yang  berpusat di lereng timur Gunung Barujari serta letusan-letusan selanjutnya hingga 2 Mei 2009.

  "Abu tipis yang menyembur dari gunung tersebut mengarah ke utara di Senaru," katanya.(*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026