Selam bidik tujuh emas SEA Games 2023 Kamboja

id SEA Games Kamboja,SEA Games,SEA Games 2023,Indonesia,Selam,Finswimming ,Kamboja

Selam bidik tujuh emas SEA Games 2023 Kamboja

Ekspresi perenang Indonesia, Margareta Herawati, usai meraih kemenangan pada nomor 100 meter putri Bi-Fin, di Stadion Aquatic Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang Sumsel, Minggu (20/11). Margareta Herawati berhasil memperoleh medali emas sekaligus memecahkan rekor SEA Games XXV di Laos, atas namanya sendiri, dengan catatan waktu 51,03 menit. (ANTARA/Eric Ireng)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih cabang olahraga selam atau finswimming Indonesia Abdul Kholik optimistis dapat merealisasikan target tujuh emas pada SEA Games XXXII/2023 di Phnom Penh, Kamboja, 5-17 Mei.

Target tersebut merujuk pada penambahan nomor perlombaan dibanding SEA Games XXXI/2021 di Vietnam tahun lalu. "Target kami tujuh emas di SEA Games. Di SEA Games Vietnam hanya ada 13 nomor, sementara di Kamboja ada 24 nomor. Tetapi kami hanya boleh ikut di 20 nomor sesuai regulasi tuan rumah. Semoga target tujuh emas bisa tercapai," kata Abdul Kholik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Target tersebut lebih banyak dibanding pencapaian selam Indonesia pada SEA Games di Vietnam dengan tiga emas, enam perak, dan tiga perunggu. Tiga emas tersebut diraih Janis Rosalita Suprianto (50 m surface putri), Harvey Hubert Marcello Hutasuhut (100 m bi-fins putra), dan 4×200 m surface melalui Katherina Eda Rahayu, Vania Elvira Elent Rahmadani, Andhini Muthia Maulida, dan Janis Rosalita Suprianto.

Baca juga: Wisata selam Indonesia terhalang kerusakan ekosistem
Baca juga: Polo air Indonesia pemusatan latihan di Eropa menjelang SEA Games


Kemudian enam perak melalui Wahyu Anggoro Tamtomo (50 m surface putra), Janis Rosalita Suprianto (100 m surface putri), Andhini Muthia Maulida (800 m surface putri). Lalu dari nomor 4×200 m surface (Muhammad Zidan Arrif Billah, Bima Dea Sakti Antono, Petrol Apostle Gasoline Kambey, Dio Novandra Wibawa), 4×100 m surface putri (Katherina Eda Rahayu, Ashifa Helsa Ashuroh, Vania Elvira Elent Rahmadani, dan Andhini Muthia Maulida).

Terakhir pada nomor 4×100 m bi-fins campuran (Harvey Hubert Hutasuhut, Andityo Panigoro, Joanita Mutiara Hapsari, dan Raqiel Az Zahra). Kemudian untuk perunggu melalui Andityo Panigoro (100 m bi-fins putra), Katherina Eda Rahayu (800 m surface putri), dan 4×100 m surface putra (Bima Dea Sakti Antono, Petrol Apostle Gasoline Kambey, Dio Novandra Wibawa, dan Wahyu Anggoro Tamtomo).