Kami belum menentukan waktu pelaksanaanya, namun lokasi kegiatan Pekan Hortikulturan 2015 akan dipusatkan pada ruang terbuka hijau (RTH) di PagutanMataram, (Antara) - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi tuan rumah kegiatan Pekan Hortikultura 2015 yang merupakan agenda bertaraf nasional karena diikuti seluruh kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia.
"Kami belum menentukan waktu pelaksanaanya, namun lokasi kegiatan Pekan Hortikulturan 2015 akan dipusatkan pada ruang terbuka hijau (RTH) di Pagutan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Martawang di Mataram, Jumat.
Ia menyebutkan saat ini Pemerintah Kota Mataram sedang melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan kegiatan nasional tersebut, agar meraih tiga sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi.
Sebagai tahap awal persiapan, katanya, Pemerintah Kota Mataram saat ini sedang melakukan negosiasi pembebasan lahan jalan masuk RTH Pagutan. Selama ini akses masuk RTH Pagutan menggunakan lahan milik warga dan berada di bagian belakang.
"Kami akan membebaskana lahan sehingga memudahkana akses masuk ke RTH Pagutan melalui jalur utama agar tidak berbelit-belit. Anggaran pembebasan lahan sudah siap di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Mataram dengan jumlah keseluruhan sekitar Rp43 miliar," katanya.
Ia mengatakan RTH Pagutan dipilih menjadi lokasi kegiatan Pekan Hortikultura karena memiliki lahan cukup luas yakni sekitar delapan hektare dan sudah ada pengembangan tanaman hortikultura di lahan itu.
"Setelah akses jalan rampung, penataan terhadap konstruksi bangunan akan dilaksanakan lebih lanjut untuk mensyukseskan kegiatan ini," katanya.
Martawang mengatakan ke depan RTH Pagutan akan ditata menjadi sebuah hutan kota dengan ditanami berbagai jenis pohon yang ada di NTB, baik pohon produktif maupun pohon pelindung.
Sebelumnya, Kepala Bidang Fisik Sarana dan Prasarana Bappeda Kota Mataram, M Nazaruddin Fikri mengatakan RTH Pagutan merupakan salah satu taman kota yang dirancang menjadi taman multifungsi.
Dengan luas lahan delapan hektare, penataan akan terbagi menjadi tiga bagian, yakni bagian untuk tanaman hortikultura, `campground` atau bumi perkemanan dan kompleks rumah adat sasak.
Melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), lanjutnya, pada bagian tengah taman akan dilengkapai dengan aula serbaguna. Untuk bagian taman hortikultura saat ini sudah berjalan, serta panataan taman dengan berbagai fasilitas umum seperti, fasilitas bermain anak, fasilitas olah raga, jalan setapak dan lainnya sudah tertata sejak dua tahun lalu.
"Kami tinggal menata `campground` dan fasilitas kompleks rumah adat. Desainnya sedang dalam proses, ditargetkan tahun 2015 berbagai fasilitas di RTH Pagutan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026