Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera melakukan evaluasi terhadap program menciptakan 5.000 wirausaha baru sebagai upaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan, efektivitas, dan efisiensi strategi dari program tersebut.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Bramantio Ganeru di Mataram, Minggu, mengatakan evaluasi akan dilakukan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Kami harus optimis target tercapai. Tapi bagaimana cara mewujudkannya, kami harus melihat lagi secara realistis," katanya.

Hal tersebut disampaikan menyikapi target realisasi program menciptakan 5.000 wirausaha baru selama lima tahun atau satu periode kepemimpinan kepala daerah, yang dimulai tahun 2025. Dengan target 5.000 wirausaha baru selama 5 tahun, maka satu tahun ditargetkan tercipta 1.000 wirausaha baru.

Namun demikian, katanya, kondisi global saat ini tetap memberikan pengaruh bagi daerah sehingga perlu ada langkah dan strategi konkret yang disiapkan agar target tersebut bisa tercapai sesuai target yang ditetapkan.

"Hingga saat ini, target 5.000 wirausaha baru masih menjadi prioritas dalam rencana pembangunan Kota Mataram, sembari menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebijakan pimpinan," katanya.

Karena itu, meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah kota berkomitmen memaksimalkan peran OPD untuk menyinkronkan pertumbuhan ekonomi dengan ketertiban kota.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah pemanfaatan lahan eks Bandara Selaparang sebagai pusat lokasi berusaha bagi para pelaku usaha. Inisiatif itu merupakan terobosan untuk menjaga keseimbangan antara geliat ekonomi masyarakat dan kerapian tata kota.

Baca juga: Pejabat Pemkot Mataram harapkan ke kantor harus gunakan sepeda

Selain penyediaan lahan, Dinas Pariwisata juga didorong untuk lebih kreatif dalam menggelar berbagai event guna memicu pertumbuhan ekonomi kreatif.

Walaupun saat ini dampaknya dinilai belum maksimal oleh beberapa pihak, pihaknya menilai pengembangan ekosistem ekonomi harus dimulai secara bertahap karena pelakunya berbasis langsung di masyarakat.

Baca juga: Pemkot Mataram melanjutkan pendistribusian bantuan pangan ke 46.983 PBP

"Pemerintah kota juga menekankan pengembangan wirausaha tidak boleh hanya bergantung pada anggaran APBD semata," katanya.

Di samping itu, fokus utama pemerintah kota menciptakan wirausaha baru dengan memberikan motivasi dan pelatihan agar masyarakat memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.

"Dengan jiwa usaha yang kuat, masyarakat diharapkan mampu bertahan (survive) dalam berbagai kondisi ekonomi global yang tidak menentu," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026