Saat ini ketiga pasien sudah dalam penanganan tim dokterMataram, (Antara) - Sedikitnya tiga orang warga di Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai terjangkiti penyakit demam berdarah dangue (DBD) seiring datangnya peralihan musim kemarau ke musim hujan.
"Saat ini ketiga pasien sudah dalam penanganan tim dokter," kata Direktur RSUP NTB dr Mawardi Hamry di Mataram, Selasa.
Menurut dia, umumnya para pasien DBD tersebut merupakan pasien rujukan yang datang dari sejumlah Puskesmas dan rumah sakit yang ada di kabupaten/kota di NTB.
"Dari hasil pemeriksaan para pasien ini positif terkena DBD, ini dilihat dari gejala yang dialami pasien, seperti suhu tubuh tinggi dan ada bintik-bintik kemerahan," jelasnya.
Ia menambahkan, para pasien tersebut rata-rata berusia dewasa, sedangkan anak-anak maupun balita hingga sekarang belum ada terserang penyakit tersebut.
Karena itu, menyusul kejadian tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, termasuk menggalakkan gerakan tiga M, yakni mengubur, menguras dan menimbun barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk "aedes aegipty".
Selain DBD, tambah Mawardi, saat peralihan musim seperti ini perlu juga diwaspadai penyakit diare, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sebab, menurutnya, jika berkaca dari tahun 2013, jumlah pasien yang dirawat di RSUP karena terkena DBD, diare, dan ISPA selalu meningkat saat peralihan musim.
"Dari data di tahun 2013 untuk penyakit tersebut tercatat sampai puluhan orang yang dirawat di RSUP NTB," ucapnya.
Namun, kalau terjadi lonjakan pasien rawat inap akibat tiga penyakit tersebut, pihaknya telah menyiapkan fasilitas serta obat-obatan secara lengkap, sehingga para pasien bisa dengan nyaman pendapat perawatan.
Demam berdarah dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk "aedes aegipty" atau "aedes albopictus" berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.
Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dan dapat menimbulkan kematian.
"Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau atau musim hujan," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026