Kami sangat berharap pemerintah dapat terus melanjutkan program beras miskin (raskin) karena masyarakat masih sangat membutuhkannya
Mataram,  (Antara) - Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, masyarakat khususnya di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, masih sangat membutuhkan beras miskin (raskin) untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok.

"Kami sangat berharap pemerintah dapat terus melanjutkan program beras miskin (raskin) karena masyarakat masih sangat membutuhkannya," katanya di Mataram, Kamis, menanggapi wacana kebijakan Menteri BUMN yang akan menghapus program raskin.

Ia mengatakan, informasi penghapusan raskin itu masih sifatnya wacana, karena hingga saat ini pemerintah kota belum menerima informasi resmi dari pemerintah terkait hal itu.

"Kita tetap percaya dan berharap pemerintah akan mempertimbangkan hal ini, dan akan kembali memprogramkan raskin dengan menggunakan pola yang berbeda," katanya.

Dikatakannya, saat ini masyarakat Kota Mataram masih sangat membutuhkan raskin, untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok mereka.

Bahkan sebagai program dukungan raskin pemerintah kota juga mengeluarkan program beras lanjut usia (lansia) sejak tahun 2012 dengan menyasar 2.000 lansia setiap tahun dengan total anggaran Rp2,1 miliar.

"Satu lansia kita memberikan masing-masing lima kilogram setiap bulannya," katanya.

Terkait dengan itu, pemerintah kota sangat berharap agar program raskin tidak dihapus, agar masyarakat kurang mampu yang menjadi sasaran penerima raskin dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram Mahsin menyebutkan, total rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin di Kota Mataram sebanyak 28.533 RTS. Data itu sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013-2014.

Dari jumlah RTS tersebut, Kota Mataram mendapatkan 427.996 kilogram yang didistribusi melalui 50 kelurahan dengan harga tebus pada titik distribusi Rp1.600 perkilogram dan jatah per RTS 15 kilogram.

"Namun jatah itu seringkali disesuaikan dengan kondisi di lingkungan masing-masing, karena ada juga RTS yang seharusnya dapat, namun tidak terakomodir. Kondisi ini sudah dapat dimaklumi oleh warga," katanya menjelaskan.

Dikatakannya, sebanyak 28.533 RTS tersebut tersebar pada enam kecamatan. Dengan rincian, Kecamatan Ampenan 5.367 RTS, dengan total jatah raskin 80.500 kilogram.

Kemudian Kecamatan Sekarbela 4.023 RTS, jatah raskin 60.345 kilogram, Kecamatan Selaparang 3.895 RTS, jatah raskin 58.425 kilogram. Selanjutnya Kecamatan Mataram 3.895 RTS dengan jatah raskin 63.990 kilogram.

Sedangkan Kecamatan Sandubaya sebanyak 5.816 RTS, dengan kuota raskin 87.240 kilogram, dan Kecamatan Cakranegara sebanyak 5.166 RTS dengan kuota raskin 77.490 kilogram.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026