Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah meminta batuan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memasang tanggul darurat dari geobag guna mengantisipasi abrasi pantai akibat gelombang pasang.
"Langkah pertama untuk meminimalkan dampak gelombang pasang, kami sudah berkomunikasi dengan BWS untuk di bantu tanggul darurat dengan geobag," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Kamis.
Wali kota yang ditemui usai memantau kondisi warga di Kampung Bugis, Bintaro yang terdampak gelombang pasang dan banjir rob mengatakan, pihak BWS telah menyatakan siap dan paling lambat besok pagi (Jumat 23/1-2026), tanggul darurat akan dipasang.
Untuk mempercepat pengisian geobag dengan pasir, wali kota akan melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Mataram melalui kegiatan gotong royong.
Selain itu, ASN juga akan dilibatkan bergotong royong membantu membersihkan rumah warga dari pasir dan sampah akibat banjir rob.
"Besok pagi kami akan kerahkan ASN untuk gotong royong bantu warga di Kampung Bugis," katanya.
Baca juga: Status bencana tanggap darurat di Mataram dikaji
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mencatat, dampak gelombang pasang dengan ketinggian 2-3 meter pada Kamis dini hari, sebanyak 18 rumah yang rusak tersebut ditempati 25 kepala keluarga (KK) atau sekitar 100 jiwa yang kini sedang mengungsi di masjid dan rumah keluarga terdekat.
Untuk bantuan karung, BPBD sudah memberikan bantuan 300 karung untuk diisi pasir kepada warga setempat guna mencegah air masuk ke rumah warga. Karung yang dibagikan khusus untuk rumah, bukan untuk tanggul darurat di pinggir pantai.
"Sementara tanggul darurat di pinggir pantai digunakan jenis geobag dari BWS karena lebih kuat dan tahan lama," katanya.
Selain itu, wali kota juga sudah meminta BPBD Kota Mataram membangun dua posko komando untuk para pengungsi, posko logistik di Kampung Bugis.
Baca juga: Dinkes jemput bola layani warga Mataram terdampak cuaca ekstrem
Posko logistik itu untuk dapur umum dan penyaluran logistik bantuan kepada pada korban dan tepat sasaran, mengingat semua warga saat ini belum bisa beraktivitas karena rumah mereka rusak.
"Selain bantuan bahan makanan, kami juga meminta Dinsos menyiapkan makanan siap saji melalui dapur umum," katanya.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mengatakan, dapur umum di Kampung Bugis dipastikan dibuka mulai hari ini dan sekarang sedang dilakukan persiapan di lapangan.
Menurut rencana, dapur umum akan memberikan bantuan makanan siap makan kepada para pengungsi sebanyak dua kali yakni untuk siang dan malam.
"Layanan dapur umum, untuk sementara disiapkan selama 7 hari ke depan atau bisa jadi diperpanjang sesuai dengan kondisi lapangan dan prediksi cuaca dari BMKG ((Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)," katanya.
Baca juga: Warga Mataram diimbau waspadai cuaca ekstrem hingga 26 Januari
Baca juga: Mataram siagakan dana BTT Rp5 miliar antisipasi bencana 2026
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026