Direncanakan dengan anggaran itu kita dapat membagun sekitar 100 `bed` dengan bentuk lantai sekitar tiga atau empat
Mataram,  (Antara) - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra mengatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk penambahan ruang rawat inap tahun 2015.

"Direncanakan dengan anggaran itu kita dapat membagun sekitar 100 `bed` dengan bentuk lantai sekitar tiga atau empat," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Sebagai rumah sakit tipe B, katanya, RSUD Mataram ditargetkan memiliki 300 tempat tidur (bed). Kebutuhan itu akan dipenuhi secara bertahap mengingat kemampuan anggaran terbatas, sementara ketersediaan tempat tidur saat ini sebanyak 160 unit.

Menurut dia, pembangunan ruang rawat inap berbeda dengan pembangunan ruang rawat inap kelas III yang telah dibangun pada tahun 2013 yang khusus untuk kelas III.

"Peruntukan ruang rawat inap tahun 2015 akan disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga bisa saja sebagian untuk rawat inap VVIP, VIP, Kelas I, II bahkan III," ujarnya.

Dia mengatakan, pembangunan ruang rawat ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkot Mataram dalam peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga Kota Mataram.

Sehubungan dengan itu, RSUD Mataram terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam berbagai hal yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan kesehatan.

Upaya yang saat ini sedang persiapan RSUD Mataram diantaranya adalah menyiapkan RSUD Mataram menjadi rumah sakit kelas B pendidikan, sebagai salah satu upaya meningkatan indeks pembangunan manusia di daerah ini pada tahun 2015.

"Kita berupaya agar RSUD Mataram menjadi rumah sakit pendidikan karena sampai sekarang NTB belum ada memiliki rumah sakit pendidikan," katanya.

Dia mengatakan, untuk merealisasi terget tersebut pada tahun 2015 pihak RSUD Mataram akan melakukan pengajuan legal formal melalui Pendidikan Tinggi (Dikti) Regional Bali.

Namun demikian, saat ini RSUD Mataram telah melakukan kerja sama dengan sejumlah sekolah dan perguruan tinggi kesehatan.

Perguruan tinggi tersebut antara lain dengan akademi kebidanan, sekolah tinggi kesehatan, Fakultas Kedokteran UniVersitas Al Azhar dan SMK Negeri 8 Mataram.

"Kerja sama itulah yang juga menjadi dasar kelengkapan pengajuan surat keputusan (SK) dari Dikti terkait dengan legal formal rumah sakit pendidikan," kata dr Jack panggilan akrab dr Herman

Selain itu, 2015 juga merupakan tahun persiapan RSUD Mataram menjadi rumah sakit pelayanan "care support and treatment" (CST) untuk memberikan pelayanan konseling tentang HIV (human immunodeficiency virus) dan AIDS atau sindrom menurunnya kekebalan tubuh manusia.


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026