"Di Lombok, mereka ingin mengangkat kekayaan budaya lokal terutama tenun khas Lombok, sehingga bisa dikenal di seluruh dunia,"
Mataram (Antara NTB) - Ketua Panitia "Indonesian Women Bike Week" Maurin Weenas mengatakan tujuh perempuan komunitas motor gede yang mengikuti "touring" dalam rangka "The First Indonesian Women Bike Week" akan mempromosikan tenun Lombok ke komunitasnya di seluruh dunia.

"Di Lombok, mereka ingin mengangkat kekayaan budaya lokal terutama tenun khas Lombok, sehingga bisa dikenal di seluruh dunia," kata Maurin Weenas di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Moh Faozal di Mataram, Senin.

Menurut dia, tujuh perempuan ini berangkat dari Jakarta pada 8 Mei dan akan tiba di Lombok pada 13 Mei 2015. Selama di Lombok perempuan peserta "touring" yang menyebut diri sebagai "tujuh srikandi" akan melakukan berbagai kegiatan selama empat hari hingga 16 Mei 2015, di antaranya mengunjungi perkampungan suku sasak dan kerajinan tenun di Sade Kabupaten Lombok Tengah.

Selain mengangkat kekayaan budaya lokal Indonesia, seperti kain tenun Lombok di Desa Sade, ketujuh perempuan tangguh ini juga mengadakan kegiatan sosial seperti khitanan massal dan pemberian obat-obatan gratis di Desa Wakan, Kabupaten Lombok Timur.

Kata dia, kegiatan IWBW ini merupakan acara pertama dan terbesar di Indonesia. Para perempuan ini menggunakan sepeda motor Yamaha MT-09. "Touring" ini menempuh jarak 1.500 kilometer dengan rute Jakarta-Banten, Cirebon-Jepara, Tuban-Bali dan berakhir di Lombok.

"Touring ini bukan hanya sekedar mengendarai motor, tetapi juga bagaimana masyarakat tahu bahwa mengenakan motor besar tidak hanya digunakan lelaki atau menyentuh kalangan kelas atas," katanya.

Namun, kata dia, menggunakan motor gede atau motor besar juga menyentuh kalangan masyarakat bawah, begitu juga kegiatan ini ingin mengubah paradigma tentang klub motor itu seram," jelasnya.

Bahkan, sebut Maurin, kegiatan "touring" ini juga dalam rangkaian mendukung peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora tahun 1815 dalam tajuk "Tambora Menyapa Dunia" dan pariwisata Nusa Tenggara Barat.

Ketujuh perempuan itu yakni Shirley Wenas, Inge Widjaja, Petty Febria I, Merry Narulina, Florence Simarmata, Meilana Laissegar, dan Maureen Gunawan.

"Jadi kegiatan ini tidak hanya mengkhususkan diri kepada pengendara perempuan dengan motor gede, Indonesian Women Bike Week ini juga terbuka bagi semua perempuan pengendara motor, karena nanti selain tujuh srikandi ada 40 perempuan lain yang mengikuti menggunakan sepeda motor, termasuk 150 pengendara dari berbagai komunitas mengikuti sampai di Lombok," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Moh Faozal mengapresiasi kegiatan ini, terlebih kegiatan itu dilakukan tujuh perempuan tangguh.

Bahkan, kata dia, dengan egiatan tersebut, ruang promosi bagi pariwisata di Provinsi NTB semakin terbuka.

"Kita apresiasi kegiatan ini, karena momentum yang baik bagi aktvitas dan promosi pariwisata NTB, apalagi nanti ada empat destinasi wisata yang akan dikunjungi," ujarnya.

Ia menilai, kehadiran tujuh srikandi tersebut telah membuktikan pariwisata NTB layak untuk dikunjungi dan dinikmati oleh wisatawan. (*)

Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026