Mataram (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Sukiman Azmy mewacanakan penataan, sterilisasi dan pengembangan ruang terbuka publik (RTP) dengan membuka pasar pusat kuliner Pancor.
"Ruang terbuka publik itu sangat penting bagi keindahan dan daya tarik kota," kata HM Sukiman Azmy saat membuka rapat koordinasi Koordinasi di ruang rapat utama Kantor Bupati Lombok Timur, Jumat.
Ia mengatakan penataan itu sebagai bentuk peningkatan kenyamanan dan keamanan masyarakat serta untuk mendukung UMKM khususnya pedagang kuliner.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bakal menata dan merelokasi para pedagang kaki lima di sekitar ruang terbuka publik Pancor.
"Pemerintah daerah akan memberikan fasilitas dan tempat berjualan pada malam hari berupa pasar pusat kuliner malam Pancor," katanya.
Kemudian rencana penempatan pasar pusat kuliner malam Pancor tersebut berpusat di Jalan Pejanggik dari arah barat, tepatnya lampu merah di Jalan Prof. Yamin/Ahmad Dahlan menuju ke Masjid At-Taqwa Pancor akan ditutup untuk kendaraan, kecuali untuk jamaah masjid dan pengunjung pasar tersebut.
"Semua jenis kuliner akan di tampung dan direlokasi ke tempat yang telah disediakan, sehingga tidak ada lagi yang berjualan di sekitar taman atau ruang terbuka publik," katanya.
Selanjutnya, penataan dan pengembangan serta relokasi pedagang kaki lima ini diharapkan dapat menjadi branding bagi Kecamatan Selong dan Kabupaten Lombok Timur serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat .
"Ini juga untuk mengoptimalisasi retribusi dan parkir yang dilaksanakan oleh OPD terkait dengan pengelolaan yang baik, sehingga PAD dapat diperoleh dengan maksimal," katanya.*
