PLTMH Santong konsisten produksi listrik sejak beroperasi tahun 2014

id PLN NTB

PLTMH Santong konsisten produksi listrik sejak beroperasi tahun 2014

Istimewa

Mataram (ANTARA) - Pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu komitmen PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB dalam proses bisnisnya sebagai penyedia kelistrikan di Nusa Tenggara Barat. 

Salah satunya melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) milik PLN, yakni PLTMH Santong yang mengoptimalkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sidutan.

Daerah Aliran Sungai Sidutan ini berada di antara dua kecamatan, yaitu Kecamatan Gangga dan Kecamatan Kayangan. PLTMH Santong sendiri yang mulai beroperasi, secara administratif berada di Kampung Santong, Desa Sesait, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. 

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa PLTMH Santong yang mulai dibangun tahun 2009 dan beroperasi di tahun 2014, saat ini memiliki kapasitas daya terpasang sebesar 1x1000 kW. Sepanjang tahun 2022, PLTMH Santong mampu memproduksi listrik sebesar 3,3 juta kWh. 

"Seluruh pembangkit di Lombok saat ini sudah terkoneksi, termasuk PLTMH Santong yang berkontribusi cukup besar pada Sistem Kelistrikan Lombok yang saat ini daya mampunya mencapai 322 MW," ucap Sudjarwo. 

Ia juga menjelaskan untuk membangkitkan energi 1.000 kW, dibutuhkan debit air sekitar 2.02 meter kubik per detik. Guna menjaga keandalan operasi, PLTMH Santong juga konsisten melakukan pemeliharaan secara periodik sebagai upaya pencegahan yang dilakukan berdasarkan jam kerja operasi pembangkit PLTM setiap 8.000 jam setiap tahun.

Selain pemeliharaan, untuk menjaga keandalannya PLTMH Santong, Djarwo juga menjalin sinergi dengan stakeholder terkait kebutuhan air baku, kegiatan pemeliharaan, kerjasama dan pemberdayaan masyarakat sekitar hingga pemanfaatan potensi wisata yang ada di sekitar PLTMH Santong. 

Selain itu, penerapan program 5S untuk menjaga lingkungan tetap sehat, bersih, tertib, andal dan efisien serta Go Green juga secara konsisten diimplementasikan di PLTMH Santong.

Tak hanya pemeliharaan, keandalan PLTMH Santong juga juga tak lepas dari peran serta masyarakat sekitar yang menjaga ekosistem di sekitar wilayah PLTMH agar sumber air yang berfungsi sebagai penggerak PLTMH Santong.

"PLTMH Santong dapat beroperasi dan andal hingga tentunya karena peran serta dari seluruh stakeholder dan masyarakat. Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari seluruh pihak, dan tentunya berharap agar kita bersama menjaga agar suplai listrik dari PLTMH Santong tetap andal," ucap Sudjarwo. 

Saat ini kontribusi EBT di NTB, sekitar 3,46 persen dari total energi produksi pembangkit. Dari jumlah itu, tenaga surya berkontribusi sebesar 1,69 persen, air sebesar 1,43 persen, dan biomassa sebesar 0,34 persen. Untuk bauran EBT di NTB sendiri adalah 40,52 megawatt (MW) atau sebesar 8,05 persen dari kapasitas total daya mampu yang dibangkitkan.

"Sejalan dengan semangat transformasi, kami terus mendorong penggunaan energi bersih di NTB, salah satunya melalui PLTMH Santong ini. Tujuan kami adalah dapat menghasilkan listrik dengan memanfaatkan potensi alam yang ada sekaligus mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia seperti Program Renewable Energy dan Net Zero Emission Indonesia 2060 dapat tercapai," kata Sudjarwo.