Patroli pengamanan Gardu Induk Listrik dukung KTT AIS

id Situbondo, Polres Situbondo, pengamanan objek vital, KTT AIS

Patroli pengamanan Gardu Induk Listrik dukung KTT AIS

Petugas Satuan Samapta Polres Situbondo, Jawa Timur, bersama TNI patroli pengamanan objek vital daerah, Minggu (8/10/2023). ANTARA/HO-Humas Polres Situbondo

Situbondo (ANTARA) - Polres Situbondo, Jawa Timur, melaksanakan patroli pengamanan objek vital daerah di Gardu Induk Listrik Situbondo sebagai bentuk dukungan kesiapan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island State (KTT AIS) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 1 Kabupaten Badung, Bali.

Kasat Samapta Polres Situbondo AKP Sudpendi di Situbondo, Minggu (8/10), mengatakan bahwa Satuan Satuan Samapta bersinergi dengan Kodim 0823 ketika patroli pengamanan gardu tersebut guna mendukung kegiatan Forum Negara Kepulauan dan Pulau Kecil.

"Kami pastikan objek vital daerah aman, penerangan jalan sepanjang jalur pantura mulai Kecamatan Banyuglugur hingga Hutan Baluran Kecamatan Banyuputih tidak terganggu sehingga arus transportasi menuju Bali bisa lancar," ujarnya.

Ditegaskan pula bahwa pengamanan objek vital daerah itu sangat penting untuk kelancaran berlangsungnya KTT AIS, yang dijadwalkan akan dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 11 Oktober 2023.

Pengamanan objek vital di Gardu Induk Listrik Situbondo, lanjut Sudpendi, karena daerah ini berada di jalur utama pantura menuju Bali sehingga penerangan di sepanjang jalan perlu untuk kelancaran arus transportasi menuju ke Bali. "Patroli Gardu Induk Listrik di Situbondo untuk memastikan aman. Kami juga bersinergi dengan Kodim 0823/Situbondo," tuturnya.

Baca juga: PLN bersama MDA Bali dan pelayang Bali sukseskan gelaran KTT AIS
Baca juga: Cegah gangguan meluas, PLN NTB bangun tower emergency recovery system


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  AIS Forum 2023 akan digelar di Bali pada tanggal 10 dan 11 Oktober 2023. KTT AIS menjadi wadah kerja sama antarnegara pulau dan kepulauan bertujuan memperkuat kolaborasi empat masalah global, di antaranya mitigasi masalah global mulai mitigasi adaptasi perubahan iklim hingga lainnya.