Ketum Airlangga ingatkan kader jangan lengah, gas pol hingga 14 Februari

id kampanye akbar Golkar,kampanye penutup Golkar,Ketua Umum Golkar,Airlangga Hartarto,Pilpres 2024,pemilu 2024

Ketum Airlangga ingatkan kader jangan lengah, gas pol hingga 14 Februari

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga berjoget bersama para kader saat kampanye penutup Partai Golkar pada Pemilu 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/2/2024). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Bandung (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menyampaikan arahan pada kampanye penutup partainya untuk Pemilu 2024 mengingatkan seluruh kader jangan sampai lengah jelang pemungutan suara.

"Pemilu tinggal empat hari lagi, sekali lagi empat hari. Semua langkah kita siapkan, upaya terbaik telah dilakukan. Jangan lengah, kita harus tetap gas pol hingga pencoblosan tanggal 14 Februari,” kata Airlangga di hadapan kader Partai Golkar saat kampanye penutupan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Dia meyakini Partai Golkar tetap menjadi partai papan atas berkat kerja keras para kader selama tahapan pemilu berlangsung, termasuk saat masa kampanye yang berlangsung selama 75 hari.

"Insyaallah dengan restu Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Besar, Partai Golkar akan merebut kejayaan. Kita akan menempati tempat terhormat sebagai partai papan atas yang menentukan kemajuan Indonesia," kata Airlangga.

Dalam acara itu, Airlangga meminta para kader untuk berjuang mencetak sejarah, salah satunya menjadi partai politik yang memperoleh suara terbanyak di Jawa Barat. Dia mengatakan Partai Golkar pada beberapa kali pemilu pernah unggul di Jawa Barat, tetapi pada Pemilu 2019 Partai Golkar menempati urutan keempat untuk perolehan suara terbanyak, tertinggal dari Partai Gerindra di urutan pertama, kemudian PDI Perjuangan urutan kedua, dan PKS urutan ketiga.

"Dari Bandung kita serukan sekali lagi dengan semangat, Bandung! Mari Bung rebut kembali!” kata Airlangga yang disambut riuh tepuk tangan kader Partai Golkar.

Dalam kampanye terakhir Partai Golkar itu, Airlangga juga menyampaikan tekad partai bulat untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sekali putaran.

"Dengan dukungan seluruh kader dan simpatisan Partai Golkar, tidak ada kata lain bagi pasangan calon kita selain harus menang dengan tuntas dan menang sekali putaran," kata Airlangga yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Kampanye penutup Partai Golkar digelar di Kota Bandung, Jumat sore, dihadiri kurang lebih 1.000 orang, yang terdiri atas pengurus partai tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan anggota partai.

Beberapa petinggi Partai Golkar yang hadir dalam acara itu, di antaranya Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ridwan Kamil, Wakil Ketua Umum Nurul Arifin, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ace Hasan Syadzily, politikus muda Golkar Puteri Anetta Komarudin, serta ada pula Dito Ariotedjo.

Dalam acara itu, beragam acara hiburan turut memeriahkan kampanye penutup Golkar, di antaranya pertunjukan baris-berbaris dari Garuda Emas, stand-up comedy dari komika Marchel Widianto, pertunjukan musik dari Republik Band dan Richard 'Oke Gas' Jersey, kemudian penampilan kesenian tradisional Angklung.

"Tidak hanya sebagai ajang hiburan, konser ini juga menjadi wujud dari semangat yang diusung Partai Golkar untuk menciptakan kampanye damai sebagai bagian integral dari visi dan misi partai dalam membangun bangsa yang sejahtera," kata politikus Golkar Tantowi Yahya, yang bertugas menjadi ketua panitia penyelenggara kampanye.

Partai-partai politik dan pasangan capres-cawapres, dalam beberapa hari terakhir sebelum masa kampanye berakhir pada 10 Februari, memusatkan kegiatan kampanye mereka di Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat.

Baca juga: Capres Ganjar targetkan kemenangan mutlak di Bogor
Baca juga: Prabowo kampanye hari ke-74 di Sidoarjo dan Gibran di Bandung


Dari total 204,8 juta pemilih pada Pemilu 2024, sebanyak 115,37 juta di antaranya menetap di Pulau Jawa. Dari total enam provinsi di Pulau Jawa, Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi dua kantong suara terbesar dibandingkan dengan Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, dan D.I. Yogyakarta.

Total pemilih di Jawa Barat mencapai 35,7 juta orang, Jawa Timur 31,4 juta orang, 28,2 juta orang di Jawa Tengah, 8,84 juta pemilih di Banten, 8,25 juta pemilih di Jakarta, dan 2,87 juta pemilih di Yogyakarta.