Mataram, 29/6 (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardianto didampingi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini meninjau kesiapan dan persiapan Pemilu Presiden (Pilpres) di NTB.

   Dalam kunjungan kerja di Mataram, Senin Mendagri didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. M. Zainul Majdi, Wakil Gubernur, Badrul Munir  dan Ketua KPU NTB, Fauzan Khalid berdialog seputar persiapan dan kesiapan Pilpres di daerah ini dengan jajaran KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota se-NTB.

   "Kehadiran saya di Mataram ini untuk mengecek persiapan dan kesiapan Pilpres di NTB  dan menurut laporan gubernur dan ketua KPU persiapan dan kesiapan sudah cukup maksimal dan logistik yang masih kurang akan sampai segera di daerah, sehingga diharapkan tidak ada persoalan terkait logistik," katanya kepada wartawan seusai dialog dengan jajaran KPU.

   Karena itu Mendagri mengharapkan Pilpres 2009 bisa berjalan lancar dan lebih baik dibandingkan dengan Pemilu Legislatif 2009.

   Ia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah tidak akan mengintervensi pelaksanaan Pilpres, keterlibatan pemerintah hanya untuk mendorong agar Pilpres berjalan lancar dan sukses.

   Sementara itu Ketua KPU Provinsi NTB, Fauzan Khalid mengatakan, jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap pada Pilpres 8 Juli 2009 mengalami peningkatan 3,4 persen dari Pemilu Legislatif sebanyak 3,13 juta orang.

   "Mengenai kemungkinan adanya nama pemilih ganda kami telah melakukan pengecekan ternyata tidak ditemukan pemilih ganda, memang ada yang namanya sama dalam DPT namun setelah diteliti orangnya berbeda, di NTB  dalam satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ada sampai lima orang yang nama Muhammad," katanya.

   Demikian juga soal dugaan pemilih di bawah umur, setelah dicek ternyata itu tidak benar, karena tradisi di NTB khususnya di Lombok banyak yang menggunakan nama dari anaknya yang paling besar.

   Menurut Fauzan, jumlah pemilih yang ada dalam DPT NTB tercatat 3.241.948 orang dan jumlah TPS di NTB mencapai 8.839 TPS.

   Mengenai distribusi logistik Pemilu, Fauzan mengatakan, tangal 2 Juli 2009 semua logistik pemilu sudah sampai di KPU kabupaten/kota se NTB termasuk pangganti logistik yang rusak maupun tamabahan yang masih kurang.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026