Mataram, 1/7 (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) beserta jajaran polres dan polsek menyiapkan sebanyak 5.263 anggota untuk mengamankan pemungutan dan penghitungan suara Pilpres 8 Juli 2009.
   "Pergeseran personil secara optimal untuk menempati posisi pengamanan akan dilakukan dua hari menjelang hari pemungutan suara," kata Kapolda NTB, Brigjen Polisi Surya Iskandar, di Mataram, Rabu.
   Ia mengatakan, lebih dari 3.000 personil polri sudah ada di sembilan kabupaten/kota di wilayah NTB sehingga 2.000 lebih personil Polda NTB akan digeser untuk memperkuat pengamanan pilpres di berbagai kabupaten/kota.
   Personil di tingkat polres akan diawasi langsung oleh masing-masing kapolres, demikian pula di tingkat polsek yang pengawasannya diserahkan kepada setiap kapolsek.
   "Dua hari menjelang hari pemungutan suara, pola pengamanan di tingkat kabupaten/kota sudah rampung dan di tingkat polsek sehari sebelumnya tahapan inti pilpres itu," ujarnya.
   Brigjen Iskandar mengatakan, sasaran pengamanan prima meliputi semua obyek yang berkaitan dengan pelaksanaan pilpres, seperti kantor KPU provinsi dan kabupaten/kota, PPK dan PPS hingga lokasi penyimpanan kotak suara.
   Kantor partai politik pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pun diamankan secara intensif, selain obyek-obyek vital yang ada di wilayah hukum Polda NTB.
   "Kami upayakan pelaksanana pilpres pada tahapan inti itu tetap aman dan terkendali agar para pemilih dapat dengan tenang menggunakan hak pilihnya dan para penyelenggara pemilu juga aman dan damai serta nyaman dalam melaksanakan tugasnya," ujarnya.
   Saat ini, kata Iskandar, pihaknya terus meningkatkan pengawasan kamtibmas di berbagai lokasi, terutama saat memasuki hari tenang, yakni 5-7 Juli 2009.
   Patroli rutin semakin ditingkatkan dimasa tenang pilpres dan penindakan tegas akan selalu menyertai tugas-tugas polri dalam mengamankan pesta demokrasi itu.
   "Kami ajak semua pihak untuk menyukseskan pilpres karena dengan kedamaian maka segala sesuatu dalam terlaksana sesuai harapan berbagai kalangan," ujarnya.
   Data KPU Provinsi NTB, pilpres di daerah itu akan diikuti  3.241.948 orang pemilih sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU di tingkat nasional, 31 Mei lalu.
   Berdasarkan data itu, maka terjadi penambahan jumlah pemilih sebanyak 106.528 orang jika dibandingkan dengan DPT pemilu legislatif 9 April lalu yang mencapai 3.135.420 jiwa dari total penduduk NTB sebanyak 4,1 juta jiwa lebih. 
  Jumlah pemilih pilpres itu menyebar di sembilan kabupaten/kota, 116 kecamatan dan 908 desa.
  DPT pilpres di Kota Mataram sebanyak 227.709 orang, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 555.308 orang, Lombok Tengah 642.966 orang, Lombok Timur 837.980 orang, Kabupaten Sumbawa Barat 82.710 orang, Sumbawa 297.429 orang, Dompu 146.591 orang, Kabupaten Bima 300.815 orang dan Kota Bima sebanyak 100.440 orang.
  Namun, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pilpres berkurang sebanyak 1.043 lokasi jika dibandingkan dengan jumlah TPS yang digunakan pada pemilu legislatif.
  Jumlah TPS pada pemilu legislatif sebanyak 9.882 lokasi sementara TPS untuk pilpres hanya sebanyak 8.839 lokasi atau berkurang 1.043 lokasi TPS. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026