Belum ada perubahan target pertumbuhan kredit untuk tahun ini

id ojk,rdk ojk,kredit bank,kinerja bank,proyeksi kredit,pertumbuhan kredit

Belum ada perubahan target pertumbuhan kredit untuk tahun ini

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Mei 2025 di Jakarta, Senin (2/6/2025). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, sejauh ini belum terdapat penyesuaian atau perubahan target pertumbuhan kredit perbankan untuk tahun 2025 sehingga masih tetap berada pada target awal yakni tumbuh di kisaran 9-11 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, hal ini didasarkan pada pembahasan rencana bisnis perbankan bersama OJK.

“Secara umum, tidak terdapat penyesuaian yang signifikan pada target pertumbuhan kredit di tahun 2025 ini,” kata Dian dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Mei 2025 di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, perbankan memiliki kesempatan untuk merevisi target rencana bisnis bank (RBB) pada akhir Semester I 2025. Hal ini dapat dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika perekonomian industri perbankan, khususnya jika terdapat faktor-faktor yang mengakibatkan perlunya dilakukan penyesuaian.

Di tengah dinamika global, Dian mengatakan bahwa kinerja penyaluran kredit nasional tetap tumbuh meskipun melambat. Pada April 2025, kredit tercatat tumbuh sebesar 8,8 persen (year on year), melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, yang antara lain disebabkan faktor siklikal pada awal tahun.

Dian juga mencatat risiko kredit perbankan tetap terjaga dengan baik, sebagaimana tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) di bawah 3 persen serta tren coverage pencadangan CKPN yang cukup stabil.

Di sisi lain, kondisi likuiditas perbankan masih cukup terjaga. Menurut Dian, Kondisi demikian mengindikasikan bahwa pada dasarnya perbankan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penyaluran kredit.

Baca juga: OJK mendukung pengembangan usaha perkebunan kakao di NTB

“Optimisme proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih cukup baik, antara lain didukung dengan percepatan belanja pemerintah dan adanya stimulus (paket insentif) pemerintah, diharapkan dapat menarik minat investasi ke domestik dan meningkatkan permintaan kredit,” kata Dian.

OJK bersama pemangku kepentingan lainnya yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampak ketidakpastian global terhadap sistem keuangan maupun perekonomian Indonesia. Selain itu, OJK juga secara aktif memantau dampak ketidakpastian global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan sektor keuangan domestik.

Baca juga: LPS jamin RI tak akan alami krisis moneter

Sebelumnya, dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2025, Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2025 akan berada pada kisaran 8-11 persen, setelah melihat perkembangan kredit sampai dengan April 2025.

Dengan realisasi produk domestik bruto (PDB) triwulan I 2025 dan mencermati dinamika perekonomian global, Bank Indonesia juga memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada dalam kisaran 4,6-5,4 persen, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,7-5,5 persen.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.