Lombok Tengah (ANTARA) - Bupati Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Pathul Bahri meresmikan pembangunan jembatan dengan nilai anggaran Rp9 miliar yang menghubungkan Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut dengan Desa Kidang  Kecamatan Praya Timur.

"Jembatan yang sebelumnya dikenal dengan nama Ngerapak ini, kami berikan nama jembatan Masmirah Bangkid, sebagai gabungan dari nama dua desa yakni Bangket Parak dan Kidang," kata Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, Senin.

Bupati mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk sepakat menggunakan nama tersebut dan hal tersebut supaya tidak dipersoalkan.

"Jangan terlalu diperdebatkan soal nama. Ambil saja nama Masmirah Bangkid, gabungan dari Bangket Parak dan Kidang, sebagai simbol kebersamaan dan semangat untuk bangkit bersama,” katanya.

Baca juga: Pembangunan jembatan penghubung di Lombok Tengah dialokasikan Rp7 miliar

Jembatan tersebut memiliki panjang 50 meter, lebar 4,5 meter, dan ketinggian sekitar 40 meter dari dasar sungai. 

Ia mengatakan pembangunannya jembatan ini dilakukan dalam dua tahap, dimana pada tahap pertama pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp2 miliar di 2023 dan dan pada tahap kedua senilai lebih dari Rp7 miliar.

"Total anggaran Rp9 miliar," katanya.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah membangun empat jembatan senilai Rp5 miliar

Ia mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan maupun jembatan.

Hal itu dilakukan dengan harapan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mempermudah akses masyarakat dalam melakukan aktivitas baik di sektor pertanian, pendidikan maupun perikanan.

"Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, selain mempermudah akses warga untuk beraktivitas," katanya.

Baca juga: Jembatan penghubung dua kecamatan di Loteng mulai dikerjakan

Baca juga: Perbaikan jembatan rusak di Pujut memakan biaya Rp350 juta



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026