Aksi unjuk rasa di kantor Gubernur NTB berjalan kondusif

id polresta mataram, unjuk rasa kondusif, kantor gubernur ntb,demo,mahasiswa

Aksi unjuk rasa di kantor Gubernur NTB berjalan kondusif

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko (kanan) berdiri di dekat kerumunan massa aksi yang menyampaikan aspirasi di depan kantor Gubernur NTB, Mataram, Senin (1/9/2025). (ANTARA/HO-Polresta Mataram)

Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko menyatakan aksi unjuk rasa oleh sekelompok mahasiswa yang berlangsung Senin ini di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat berjalan kondusif tanpa gangguan.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama massa aksi yang tetap tertib. Unjuk rasa ini berjalan damai dari awal hingga akhir, dan ini bukti bahwa menyampaikan pendapat bisa dilakukan dengan cara yang baik dan bermartabat," kata Kombes Hendro di Mataram, Senin.

Baca juga: Wabup Lombok Timur respons positif tuntutan masa aksi demo
Baca juga: Mencegah bara anarkisme di NTB

Dia turut memberikan apresiasi kepada pihak pemerintah, dalam hal ini sikap Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai kepala daerah yang hadir langsung di tengah massa aksi.

"Kami bersyukur massa aksi dapat bertemu langsung dengan Bapak Gubernur NTB. Kehadiran beliau membuat aspirasi tersampaikan dengan baik," ucapnya.

Kapolresta Mataram juga turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat, baik dari TNI, Polri maupun masyarakat yang sudah membantu pengamanan aksi sehingga tetap berjalan kondusif.

"Dengan sinergi TNI-Polri dan dukungan masyarakat, kami menegaskan komitmen untuk terus menjaga keamanan serta memastikan ruang demokrasi berjalan sehat di Kota Mataram," katanya.

Baca juga: Laskar Sasak ingatkan demonstran tak mudah terprovokasi
Baca juga: Gubernur NTB tempatkan tentara sebagai garda terdepan pengamanan fasilitas
Baca juga: Kapolda NTB tindak tegas pelaku perusakan di Gedung DPRD NTB

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.