Mataram, NTB (ANTARA) - Sejumlah berita menarik di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (7/9) yang perlu dibaca publik.
Berikut rangkuman berita Antara NTB yaitu:
1. Prediksi Turki vs Spanyol, skor, head to head dan susunan pemain
Mataram (ANTARA) - Prediksi Turki vs Spanyol dalam laga kedua Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Konya Buyuksehir Stadyumu, Senin (8/9/2025) dini hari WIB.
Meski bermain di kandang lawan, Spanyol tetap dijagokan keluar sebagai pemenang. Hal itu merujuk pada performa solid La Furia Roja dalam beberapa laga terakhir serta rekor pertemuan yang mendukung.
Baca beritanya di sini
2. Harga terbaru emas Antam, UBS, Galeri24 di Pegadaian Senin ini
Jakarta (ANTARA) - Harga emas, yang dikutip di laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin, menunjukkan produk Galeri24 kini dibanderol dengan harga Rp2.050.000 per gram, emas UBS dijual di harga Rp2.075.000 per gram, sementara emas Antam tembus di angka Rp2.143.000 per gram.
Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Baca beritanya di sini
3. Fenomena 'corn moon' berpotensi picu banjir rob di NTB
Mataram (ANTARA) - Fenomena corn moon (purnama jagung) yang mempengaruhi gravitasi bulan dan matahari terhadap air laut berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi mengatakan peringatan dini banjir rob di pesisir Lombok dan pesisir Bima berlaku pada 7-13 September 2025.
Baca beritanya di sini
4. Warga Mataram borong beras murah SPHP di RRI Fest 2025
Mataram (ANTARA) - Warga memadati kegiatan pangan murah yang digelar Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyemarakkan acara RRI Fest 2025 di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Minggu (7/9).
Mereka membeli beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), gula pasir, dan minyak goreng yang dijual oleh tim Perum Bulog Wilayah NTB, dengan harga terjangkau.
Baca beritanya di sini
5. Tajuk: Tambang NTB, Saatnya berhenti main mata
Mataram (ANTARA) - Gelombang pengajuan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) oleh sejumlah koperasi di Nusa Tenggara barat (NTB) bukan sekadar prosedur administratif.
Ia adalah penanda arah baru bagaimana daerah ini mengelola sumber daya alam yang selama puluhan tahun lebih banyak dikeruk secara ilegal, merusak lingkungan, dan menumbuhkan lingkaran setan korupsi.
Baca beritanya di sini