BBPOM ajak warga Mataram cermat beli obat bahan alam

id bbpom mataram,bpom mataram,obat ilegal,obat bahan alam,bahan kimia obat

BBPOM ajak warga Mataram cermat beli obat bahan alam

Petugas memeriksa kemasan jamu kunyit asem siap minum di kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/9/2025). ANTARA/Sugiharto Purnama

Mataram (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram mengajak masyarakat untuk cermat saat membeli produk obat bahan alam agar tidak menimbulkan efek samping akibat pencampuran bahan kimia yang dilakukan pelaku usaha nakal.

Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan mengatakan pihaknya sering mengeluarkan public warning demi melindungi kesehatan masyarakat dari produk yang tidak aman atau mengandung bahan berbahaya.

"Obat bahan alam yang ditambahkan bahan kimia obat dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan berupa kerusakan hati dan ginjal, hingga berujung kematian," ujarnya saat ditemui di Mataram, NTB, Senin.

Yosef mengungkapkan persepsi masyarakat yang ingin sembuh secara instan menjadi celah bagi pelaku usaha nakal untuk menambahkan bahan-bahan kimia obat, seperti Dexamethasone, Paracetamol, maupun Sildenafil citrate ke dalam obat bahan alam.

Menurutnya, bahan kimia obat itulah yang memberikan efek kesehatan bagi pengguna seolah menjadi lebih baik meski hanya mengonsumsi 1 atau 2 hari obat bahan alami.

"Kami sempat ada sampling madu. Kita uji laboratorium ternyata positif Sildenafil untuk stamina pria, ternyata ditambahkan Sildenafil citrate. Kami sedang mendalami madu mengandung bahan kimia obat," kata Yosef.

Baca juga: BPOM Mataram dorong hilirisasi riset obat bahan alam

Lebih lanjut dia menyampaikan produk obat bahan alam yang aman dikonsumsi memiliki izin edar dari BPOM. Masyarakat dapat memeriksa keaslian izin edar dengan cara memindai QR izin edar melalui aplikasi BPOM Mobile atau menghubungi langsung nomer kontak pengaduan BPOM di wilayah temuan.

Yosef memandang praktik penambahan bahan kimia obat ke dalam obat bahan alam dapat memberikan citra buruk obat bahan alam yang berdampak terhadap kepercayaan masyarakat, penurunan potensi ekonomi obat bahan alam, dan pergeseran paradigma masyarakat.

"Kita harus melindungi masyarakat dari peredaran produk obat tradisional yang mengandung bahan kima obat," ucapnya.

Baca juga: BPOM Mataram bantu pelaku usaha kembangkan obat bahan alam

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur hasil instan dari produk obat bahan alam yang dicampur bahan kimia berbahaya.

"Jika dikonsumsi jangka panjang, produk seperti itu bisa merugikan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Padahal, jamu adalah warisan budaya Indonesia yang harus dijaga kualitas dan keasliannya," kata Indah.

Pada 2023, BBPOM Mataram melakukan pengawasan dan penindakan terhadap 4.400 produk ilegal senilai Rp43 juta. Adapun kegiatan pengawasan yang dilakukan tahun 2024 menemukan 3.166 produk senilai Rp418 juta.

Pada tahun lalu, produk obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat paling banyak adalah Montali/Montalinu, Samuraten, Wantong, Kapsul Asam Urat TCU, Sinatren, dan Tawon Liar.

BBPOM Mataram mengedepankan unsur pembinaan terhadap pelaku usaha. Namun, jika peringatan diabaikan, maka penegakan hukum menjadi langkah terakhir atau ultimum remedium.

Baca juga: Dinkes-BPOM Mataram awasi MBG pastikan keamanan pangan
Baca juga: BPOM NTB perkuat pengawasan obat-obatan tanpa resep dokter

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.