Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan penataan pedestrian khusus di Jalan WR Supratman untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, mempermudah aktivitas, serta mendukung estetika kota dengan menyediakan ruang publik yang fungsional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Kamis, mengatakan penataan pedestrian di kawasan tersebut menjadi prioritas sepanjang 600 meter dengan alokasi anggaran Rp400 juta, karena kondisinya sudah rusak dan tidak elok dipandang mata.
"Untuk penataan pedestrian di Jalan WR Supatman, kami kembalikan ke konsep awal yakni menggunakan paving blok tidak lagi batu sikat," katanya.
Penataan pedestrian di Jalan WR Supatman, dilakukan mulai dari samping timur Kantor Wali Kota Mataram hingga ke Jembatan Karang Medain, Mataram.
Baca juga: PUPR siapkan Rp200 juta tata pedestrian Kota Tua Ampenan Mataram
Lale mengatakan penataan pedestrian menggunakan paving blok jauh lebih efektif dan efisien, begitu juga dengan pemeliharaan lebih mudah.
Dulu batu sikat menjadi tren, tapi seiring waktu berjalan ternyata pemeliharaan batu sikat lebih rumit terutama ketika ada kerusakan, bisa langsung merusak estetika konsep pedestrian yang ada.
Sementara ketika mau diperbaiki, harus dilakukan pemblokan di sekitar batu yang rusak dan harus disesuaikan dengan motif yang sudah ada. Selain itu, batu sikat mudah berlumut dan sulit dibersihkan.
Sebaliknya jika menggunakan paving blok, selain tahan lama, pemeliharaan juga jauh lebih mudah. Apalagi ketika ada satu paving patah atau rusak, petugas tinggal mencongkel dan mengganti paving yang rusak tanpa harus merusak paving lainnya.
"Karena itulah, kami memilih penataan pedestrian di kawasan tersebut diganti kembali ke konsep awal menggunakan paving blok," katanya.
Baca juga: Pemkot Mataram menata pedestrian pintu masuk kota
Namun demikian, kata Lale, paving blok yang digunakan tetap harus sesuai dengan kualitas paving sebelumnya yakni jenis K200 yang dapat dilewati kendaraan.
Sementara untuk konsep motifnya, akan disesuaikan dengan di Jalan Langko yang dicat dengan motif-motif kearifan lokal.
"Hal itu dimaksudkan untuk memberikan ciri khas tersendiri terhadap kondisi pedestrian di Kota Mataram," katanya.
Untuk pengerjaan, tambahnya, dilaksanakan sesuai dengan kontrak sampai akhir tahun 2025.
"Kami optimistis proyek itu bisa tuntas tepat waktu sebab hanya pengerjaan pemasangan paving blok," katanya.
Baca juga: Penataan pedestrian Pejanggik Mataram capai 85 persen
Baca juga: Pemkot Mataram merevitalisasi pedestrian Taman Sangkareang
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026