Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak warga untuk memahami pentingnya mitigasi mengingat bencana datang kapan saja tanpa bisa diprediksi.
"Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap hari kita harus menjaga kesiapsiagaan kebencanaan," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi dalam agenda Diskusi Kamisan yang digelar di ruang Command Center Kantor Gubernur NTB, Mataram, Kamis.
Ahmadi mengatakan, penduduk harus bisa memahami hakikat mitigasi bencana agar keselamatan diri bisa terjaga saat bencana datang.
Baca juga: BPBD NTB tingkatkan kesiagaan hadapi bencana akibat musim kemarau
Menurutnya, mitigasi bencana dapat membuat penduduk punya kemampuan berpikir yang praktis dan aman, serta memanfaatkan waktu emas untuk menyelamatkan diri.
"Sesaat terdengar suara serine (peringatan tsunami) masyarakat punya golden time sekitar 20 menit untuk pergi ke tempat aman agar terhindar dari dampak tsunami," kata Ahmadi.
Lebih lanjut dia menyampaikan informasi dan data menjadi salah satu hal penting dalam proses mitigasi agar masyarakat bisa lebih siap dalam menghadapi kedatangan bencana.
Baca juga: NTB perkuat desa dalam menghadapi perubahan iklim
Ahmadi menegaskan, sinergi antarorganisasi perangkat daerah dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, serta masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi bencana.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Dhian Yulie Cahyono mengatakan langkah terbaik mitigasi adalah menyiapkan diri sendiri, menyiapkan keluarga, mencari informasi, dan memahami informasi yang diberikan BMKG.
Dhian mengungkapkan pihaknya setiap tahun menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG). Program itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait langkah apa saja yang harus dilakukan saat bencana datang.
Baca juga: Wakil Wali Kota Bima mengingatkan mitigasi bencana hadapi banjir
Baca juga: Lombok Timur lakukan mitigasi bencana hidrometeorologi
Baca juga: BPBD tekankan pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana di NTB