Begini kendala pengolahan kotoran kuda jadi biogas di Mataram

id Dinas Perhubungan,Kota Mataram,limbah cidomo,kotoran kuda,biogas

Begini kendala pengolahan kotoran kuda jadi biogas di Mataram

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin. ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan kendala pengolahan limbah kotoran kuda kuda menjadi biogas, terkait lokasi penampungan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin di Mataram, Senin, mengatakan meski pembagian kantong kotoran kuda telah dilakukan secara merata kepada para kusir, namun pengelolaan limbah di lapangan masih menghadapi kendala serius.

"Terutama terkait ketiadaan tempat penampungan sementara kotoran kuda," katanya.

Kendati demikian pihaknya bersama instansi terkait terus berupaya menangani persoalan limbah kotoran kuda yang ditimbulkan oleh moda transportasi tradisional Cidomo.

Dalam komitmen awal, pihaknya memastikan setiap Cidomo yang keluar dari area pasar, kantong kotoran kuda sudah dalam kondisi kosong atau bersih. Namun para kusir mengaku kebingungan karena tidak adanya lokasi pembuangan yang representatif di sekitar area pasar.

"Kondisi itulah yang perlu dilakukan komunikasi kembali dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jika program pengolahan limbah Cidomo mau dilaksanakan," katanya.

Baca juga: Dishub Mataram fasilitasi himpun kotoran kuda untuk diolah jadi biogas

Untuk rencana pengolahan limbah kotoran kuda menjadi biogas, diakuinya, membutuhkan perencanaan matang karena bisa menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan limbah tersebut.

Apalagi Kota Mataram saat ini masuk menjadi daerah darurat sampah karena adanya pembatasan ritase buang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat.

"Karena itu masih perlu koordinasi lebih lanjut untuk penanganan limbah Cidomo ini, siapa yang akan mengangkut dan di mana lokasi pemanfaatannya," kata Zulkarwin.

Di sisi lain Zulkawin menyebutkan data jumlah Cidomo yang beroperasi di Kota Mataram tercatat sekitar 300-an unit yang 70 persen Cidomo berasal dari luar Kota Mataram yakni dari wilayah Lingsar-Narmada di Lombok Barat, sehingga penanganan tersebut dinilai memerlukan keterlibatan lintas wilayah.

Baca juga: TPST Kebon Talo Mataram siap olah kotoran hewan jadi biogas

Dengan demikian, menurutnya, target Mataram Bersih dari limbah Cidomo dapat segera terwujud melalui sistem pengelolaan yang lebih modern dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karena itu realisasi penanganan limbah kotoran kuda harus segera terlaksana dengan menentukan lokasi penampungan kotoran yang belum tersedia di pasar-pasar seperti Pasar Kebon Roek.

Kemudian sistem pengangkutan kotoran kuda harus terorganisir dan perencanaan matang terkait pemanfaatan limbah agar tidak mencemari lingkungan, termasuk pembuangan liar ke sungai.

"Kami berharap dengan adanya koordinasi yang lebih intensif antara Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup, program pengolahan limbah kotoran kuda menjadi biogas bisa segera terealisasi," katanya.

Baca juga: Dishub Mataram-NTB konsep uji coba pengolahan kotoran kuda jadi biogas
Baca juga: Mataram menyiapkan penampung kotoran kuda di pasar tradisional

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.