Mataram (ANTARA) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat mencatat sebanyak 25.062 warga NTB berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) secara legal sepanjang 2025, dengan Malaysia menjadi negara tujuan utama penempatan.
Kepala BP3MI NTB Ponco Indriyo, di Mataram, Selasa, mengatakan bahwa Malaysia menyerap PMI asal NTB terbanyak, yakni 23.685 orang. Selain itu, penempatan juga dilakukan ke Brunei Darussalam sebanyak 387 orang, Singapura 288 orang, Jepang 286 orang, dan Arab Saudi 135 orang.
"Ada juga penempatan ke Korea Selatan dan beberapa negara lainnya," kata Ponco.
Ia menjelaskan, dari total PMI legal asal NTB pada 2025, sebanyak 24.288 orang merupakan laki-laki dan 774 orang perempuan.
Para pekerja tersebut tersebar di berbagai sektor pekerjaan, mulai dari pertanian, ladang, pemanen buah, asisten rumah tangga, konstruksi, hingga tenaga kerja umum.
Baca juga: Pekerja migran asal NTB kritis di Malaysia, Gubernur Iqbal koordinasi dengan KJRI
Menurut Ponco, mayoritas PMI asal NTB bekerja di sektor formal. Dari total penempatan, sebanyak 25.549 orang tercatat di sektor formal, sementara sisanya berada di sektor informal.
Puluhan ribu PMI tersebut berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB, dengan kontribusi terbesar berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 12.029 orang. Disusul Kabupaten Lombok Tengah 7.156 orang, Lombok Barat 4.625 orang, Lombok Utara 702 orang, dan Kota Mataram 637 orang.
Sementara itu, daerah lain yang juga mengirim PMI secara legal meliputi Kabupaten Sumbawa 95 orang, Kabupaten Bima 61 orang, Kabupaten Dompu 49 orang, Kota Bima 20 orang, dan Kabupaten Sumbawa Barat 2 orang.
Baca juga: Anggota DPR minta LTSA NTB diaktifkan cegah PMI ilegal
Ponco menyebutkan, keberangkatan PMI legal tersebut difasilitasi oleh sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) resmi yang beroperasi di NTB, di antaranya Primadaya Pratama Pandukarya, Cipta Rezeki Utama, Wira Karitas, Pamor Sapta Dharma, dan Hamparan Karya Insani.
"Dari seluruh P3MI di NTB, Primadaya Pratama Pandukarya menjadi perusahaan dengan penempatan terbanyak, yakni 3.418 PMI sepanjang 2025," ujarnya.
BP3MI NTB, lanjut Ponco, berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon PMI, mulai dari proses pendaftaran, pemberangkatan, hingga penempatan, agar seluruh pekerja migran asal NTB dapat bekerja secara aman, legal, dan terlindungi.
Selain itu, pihaknya juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mencegah PMI nonprosedural. Kerja sama dengan kepolisian menjadi fokus utama ke depan.
"Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama kepolisian. Apalagi sudah ada direktorat khusus di Polda NTB yang menangani tindak pidana perdagangan orang, sehingga koordinasi akan semakin intens," ucap Ponco Indriyo.
Baca juga: DPRD NTB rancang koperasi khusus pekerja migran masuk Raperda PMI
Pewarta : Awaludin
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026