Lombok Timur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat volume sampah yang terbang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Ijo Balit pada bulan Ramadhan 1447 hijriah mencapai 112 ton per hari.

"Kami mengkhawatirkan tempat pembuangan akhir Ijo balit, segera overload. Hal ini melihat jumlah sampah yang terbuang ke TPA saat ini mencapai 112 ton per hari. Bahkan lebih banyak saat musim hujan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur Pathurahman di Lombok Timur, Selasa.

Ia mengatakan 112 ton sampah per hari ini, dari kecamatan yang dilayani saja, belum kecamatan yang lain. 

"Ini artinya bahwa dibutuhkan penanganan serius masalah sampah ini," katanya.

Baca juga: Sebanyak 10 ton sampah dibersihkan di Pantai Tanjung Luar Lombok Timur

Menurutnya, sampah yang masuk ke TPA belum ada pemilihan dari produsen sampah, sehingga disarankan agar dilakukan pemilihan sampah dari rumah tangga langsung. 

"Mana sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan, sehingga yang terbuang ke TPA tidak terlalu banyak," katanya.

Ia mengatakan luas lahan TPA Ijo balit seluas 10,87 hektare, yang sudah terpakai sekitar 7,7 hektare. Dengan sisa lahan yang ada dengan total penduduk 1,4 jiwa, maka TPA terancam overload dalam waktu dekat. 

Baca juga: TNI-Polri bersihkan sampah di Pantai Labuhan Haji Lomtim

Sehingga penanganan sampah membutuhkan keseriusan, tidak hanya dari pemerintah namun semua stekholder dan masyarakat.

"Semakin tinggi aktifitas maka semakin banyak juga sampah yang dihasilkan. Terlebih saat ini juga ada sampah MBG sehingga volume sampah menjadi meningkat," katanya.

Ia mengatakan dari 21 kecamatan di Lombok Timur yang dilayani dinas untuk pengangkutan sampah sebanyak 19 kecamatan, tetapi tidak semua desa bisa terlayani.

"Banyak desa yang mengangkut sampah sendiri menggunakan armada sendiri," katanya.

Ia mengatakan kalau dari 21 kecamatan semua sampah masuk di TPA, volume bisa mencapai 500 ton bahkan lebih per hari, bisa dikhawatirkan 5 tahun ke depan TPA Ijobalit akan overload.

"Kami merasa terbantu dengan pemulung yang memilih sampah di TPA," katanya.

Baca juga: Sampah berserakan di Pantai Pink Lombok Timur dibersihkan

Diakui yang menjadi atensi saat ini yaitu, sampah di saat bulan puasa, mengingatkan aktivitas masyarakat cukup tinggi, sehingga sampah diperkirakan akan meningkat. 

Diharapkan masyarakat melakukan pemilihan dan pengolahan dari rumah, untuk mengurangi sampah terbuang ke TPA, termasuk memanfaatkan tempat pembuangan sampah sementara yang ada di sejumlah desa.

"Di bulan puasa pelayanan akan tetap kami lakukan. Tidak ada libur, pelayanan tetap normal," katanya.

Sementara terkait instruksi presiden yang menyebut darurat sampah? Pihaknya siap menindaklanjuti dengan melakukan bersih-bersih sampah di Kota Selong dengan mengajak semua OPD. 

Sementara, Kepala Unit TPA Ijobalit Suhardan menyampaikan penanganan sampah di TPA Ijobalit menerapkan sistem control landfill. 

Setiap empat hari sekali dilakukan penimbunan tanah lalu digilas menggunakan alat berat. Hal ini untuk mempercepat pembusukan dan mencegah ledakan, mengingat sampah mengandung gas metan.

“Setiap empat hari sekali kita melakukan penimbunan untuk mempercepat pembusukan sampah dan menghindari ledakan,” katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026