Gilimanuk, Bali (ANTARA) - Satu orang pemudik ditemukan meninggal dunia dalam sebuah bus yang sedang antre menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
"Kami mendapatkan laporan dari kondektur bus ada penumpang yang pingsan. Saat kami cek ke dalam bus, yang bersangkutan sudah meninggal dunia," kata Kasub Satgas Pengamanan Gilimanuk dalam Operasi Ketupat Agung 2026 Komisaris Polisi (Kompol) I Nyoman Wiryadarma, di Gilimanuk, Bali, Rabu.
Perwira yang juga menjabat sebagai Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Bali ini mengatakan penumpang perempuan berinisial R dengan tujuan Kebumen, Jawa Tengah ini selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari pemeriksaan petugas medis dinyatakan meninggal dunia. Kami berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk kepulangan jenazahnya ke Jawa Tengah," katanya.
Baca juga: Lebaran di tengah isyarat alam
Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi mengatakan, jenazah penumpang tersebut sudah diberangkatkan ke daerah asal.
Terkait penyebab kematian perempuan yang naik bus dari Denpasar ini, dia mengatakan, tim medis hanya melakukan pemeriksaan luar.
"Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan hal-hal yang tidak wajar. Pemeriksaan lebih lanjut seperti outopsi tidak dilakukan," katanya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Ketika alam menguji Lebaran di NTB
Dengan musibah ini dia mengimbau pemudik untuk memperhatikan kesehatan sebelum berangkat, karena situasi di jalan tidak menentu.
"Kami tentu tidak tahu kondisi kesehatan pemudik satu persatu. Yang tahu adalah diri mereka sendiri. Kalau kurang sehat lebih baik istirahat," katanya.
Selain satu orang meninggal dunia, pada hari-hari sebelumnya belasan pemudik juga pingsan yang langsung mendapatkan pertolongan dari petugas.
Baca juga: Nyepi 2026, Penyeberangan Lombok-Bali ditutup mulai 18 Maret
Baca juga: Bandara di Bali meminta tim posko mudik waspada cuaca ekstrem
Baca juga: Pengelola Bandara Bali bentuk Posko Nyepi sekaligus Lebaran
Pewarta : Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026