Jakarta (ANTARA) - Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung Djordje Jovicic menilai kegagalan timnya menguasai rebound menjadi faktor utama kekalahan 84-95 dari RANS Simba Bogor, pada IBL pekan ke-10.

Menurut dia, kekalahan dalam merebut rebound khususnya offensive rebound, membuat RANS  mendapatkan peluang serangan tambahan yang berujung keunggulan sepanjang pertandingan.

"Mereka berhak mendapatkan kemenangan karena bermain dengan lebih baik dibandingkan kami," kata Jovicic setelah  pertandingan di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/4) malam.

Berdasarkan statistik laga, RANS membuat total 53 rebound, sedangkan Satria hanya 40 rebound. Tuan rumah juga terlalu terbuka dalam mengantisipasi permainan post-up lawan sehingga paint area mudah dieksploitasi.

Baca juga: Solid bertahan menjadi kunci kemenangan lawan Satria Muda

Kondisi tersebut membuat Satria Muda kesulitan menjaga konsistensi permainan sejak kuarter awal.

Sang pelatih menambahkan, meski  bangkit pada kuarter keempat dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime, Yudha Saputera dan kawan-kawan kembali kehilangan kendali permainan pada momen krusial tersebut.

Baca juga: Pelatih sanjung pemain Kesatria bermain solid

Guard senior Satria Muda Pertamina Bandung Widyanta Putra Teja menyatakan timnya gagal mengontrol offensive rebound lawan sehingga memberi kesempatan untuk mendulang angka.

"Pertahanan di paint area juga menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan, ditandai dengan banyaknya pelanggaran hingga beberapa pemain harus keluar karena foul," ujar dia.

Bagi pemain yang kerap disapa Widy itu, kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi Satria Muda untuk memperbaiki performa, terutama dalam penguasaan rebound dan pertahanan di paint area.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026