Lombok Tengah (ANTARA) - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan, penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan dampak ekonomi signifikan mencapai triliunan rupiah.

"Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Kawasan The Mandalika menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, berdasarkan studi yang disusun oleh Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB)," kata Direktur operasi ITDC Troy Reza Warokka di Lombok Tengah, Rabu.

Ia mengatakan, capaian ini menegaskan bahwa ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi perhelatan olahraga internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional dan daerah.

"Agenda ini berhasil menghadirkan 140.324 penonton dengan tingkat okupansi hotel mencapai 100 persen di kawasan Mandalika," katanya.

Selain itu, rata-rata okupansi sebesar 93 persen di Pulau Lombok dan 90 persen di Kota Mataram. Kemudian lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dan lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap, dengan 67 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

“Pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan ekosistem sport tourism di Indonesia yang mampu mengintegrasikan sektor olahraga, sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM," katanya .

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan internasional yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit terbukti mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Injourney Tourism Development Corporation sebagai bagian Injourney Group berkomitmen untuk menjadikan Kawasan The Mandalika, termasuk Pertamina Mandalika International Circuit beserta agenda yang digelar di dalamnya, menjadi bagian dari pengembangan destinasi sport tourism di Indonesia.

Berdasarkan studi dampak ekonomi yang disusun LETMI ITB, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan estimasi dampak ekonomi nasional mencakup peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap penguatan national branding Indonesia di mata dunia.

Baca juga: Cuaca ekstrem harian di wilayah NTB tanda fase pancaroba

"Angka ini mencerminkan multiplier effect yang jauh melampaui biaya penyelenggaraan kegiatan,” katanya.

Melihat manfaat yang diperoleh, Perseroan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan penyelenggaraan agenda internasional tersebut dengan skema yang semakin optimal dan berkelanjutan.

Baca juga: Polres Lombok Tengah tekankan personel peka terkait isu sensitif

"Sebagai bagian dari peran kami sebagai agent of development dan value creator, InJourney Group dan ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, baik bagi Perseroan, negara, maupun masyarakat luas," katanya.

"Dengan metode pengembangan yang kami lakukan, kami optimistis akan mampu menjadikan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing di dunia," tambahnya.


 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026