Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan destinasi wisata tangguh bencana sebagai jawaban atas tingginya potensi kerawanan bencana berupa gempa bumi, gunung meletus, tsunami, hingga banjir.

"NTB merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendasar pada sektor pariwisata," kata Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dalam pernyataan di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, bagi daerah yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai mesin penggerak roda ekonomi, kesiapsiagaan bencana menjadi kebutuhan mendasar.

Indah menekankan bahwa konsep destinasi tangguh bencana harus diwujudkan secara nyata dan tidak berhenti pada tataran simbolik.

Pemerintah NTB menuntut masyarakat yang berada di kawasan wisata untuk memahami langkah-langkah yang harus ditempuh saat bencana alam terjadi mulai dari jalur evakuasi, titik kumpul, hingga penanganan pasca bencana.

Baca juga: Riuh event menenun wisata

"Tangguh bencana tidak hanya sekadar slogan atau mengepalkan tangan sebagai tanda kesiapan. Masyarakat harus memahami apa yang mesti dilakukan saat terjadi bencana," ucap Indah.

Pemerintah NTB melalui kolaborasi bersama Asia Pacific Alliance for Disaster Management (APAD) telah menetapkan tiga desa wisata di Kabupaten Lombok Barat sebagai lokasi percontohan program destinasi wisata tangguh bencana, salah satunya Desa Wisata Batu Kumbung.

Indah berharap program desa wisata tangguh bencana tersebut dapat diperluas ke wilayah lain di Nusa Tenggara Barat, termasuk destinasi wisata di Pulau Sumbawa yang juga memiliki potensi risiko bencana alam.

Baca juga: BPTD NTB perkuat keamanan transportasi darat dukung pariwisata

"Saya berharap implementasi program dapat diperluas hingga ke destinasi wisata di Pulau Sumbawa," ujarnya.

Nusa Tenggara Barat secara geologis terletak di kawasan zona cincin api dengan keberadaan sejumlah sesar dan zona subduksi aktif.

Pada 2018, gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok memberikan pengalaman pahit bagi industri pariwisata setempat. Aktivitas Sesar Busur Belakang Flores menewaskan ratusan orang, merusak ribuan infrastruktur publik, termasuk merusak fasilitas pariwisata.

Pemerintah NTB saat ini optimistis dapat membangun citra daerah sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik, namun juga aman dan tangguh terhadap bencana alam.

"Selain aspek infrastruktur mitigasi, kesiapan mental dan sikap masyarakat lokal juga penting dalam mendukung sektor pariwisata," ujar Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026