Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 21 rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung, Jumat pagi.

"Ketinggian air mulai dari 20 sampai 80 sentimeter (cm)," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, banjir yang merendam sebanyak 21 RT itu terjadi akibat meluapnya Sungai Ciliwung setelah wilayah Jakarta dan sekitarnya dilanda hujan deras.

Dia mengatakan hujan deras yang terjadi pada Kamis (16/4) menyebabkan kenaikan tinggi muka air di Pos Pantau Depok (Siaga 3) pada pukul 21.00 WIB dan Bendung Katulampa (Siaga 3) pukul 23.00 WIB sehingga terjadi sejumlah genangan di wilayah DKI Jakarta.

"BPBD mencatat saat ini, terdapat 21 RT yang terendam banjir," ujar Yohan.

Baca juga: Pemprov Jakarta siapkan 25 pompa "mobile" antisipasi banjir
Baca juga: Terpopuler : Bypass Lembar-Kayangan untuk jet tempur, gabah petani diserap Bulog, Jakarta banjir hingga Lebaran 12 hari lagi

Dia mengungkapkan upaya penanganan telah dilakukan oleh BPBD DKI dengan mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah.

Selain itu, pihaknya juga mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegas Yohan.

Berikut 21 RT yang terendam banjir pada Jumat pagi. 

Jakarta Selatan: 6 RT, terdiri dari:

Kelurahan Tanjung Barat: 1 RT
Kelurahan Rawajati: 1 RT
Kelurahan Pejaten Timur: 4 RT

 

Jakarta Timur: 15 RT, terdiri dari:

Kelurahan Bidara Cina: 2 RT
Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
Kelurahan Cawang: 7 RT
Kelurahan Cililitan: 2 RT

Ketinggian banjir: 20 hingga 80 cm
Penyebab: Luapan Kali Ciliwung. 

BPBD DKI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop. 

 

 


 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026