Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan koordinasi lintas sektor terkait dengan kenaikan harga minyak goreng kemasan premium.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Minggu, mengatakan, kenaikan harga minyak goreng kemasan premium di sejumlah pasar dan ritel di Kota Mataram terjadi dalam tiga pekan terakhir.
"Kenaikan harganya bervariasi antara Rp1.800 hingga Rp3.000 per liter, tergantung pada merek dagang masing-masing," katanya.
Menyikapi kondisi itu, Disdag sudah melakukan survei lapangan untuk memantau situasi dan mencari tahu penyebab pasti kenaikan minyak goreng tersebut.
Baca juga: Bulog NTB menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng untuk 851.131 keluarga
"Kami masih melakukan pemantauan. Untuk penyebab pastinya, kami segera berkoordinasi lebih lanjut dengan distributor, dan pihak terkait lainnya," katanya.
Terkait dengan itu, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan distributor, pemerintah provinsi, bahkan ke pemerintah pusat guna mencari solusi atas kenaikan harga.
Menurutnya, beberapa dugaan awal penyebab kenaikan minyak goreng kemasan antara lain dampak kenaikan harga bahan baku plastik untuk kemasan.
"Selain itu, kemungkinan ada kendala dalam sistem pendistribusian. Tapi untuk kepastiannya, kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," katanya.
Baca juga: Bantuan beras dan minyak Goreng disalurkan ke 31 ribu KK di Mataram
Di sisi lain, Sri mengatakan meskipun harga minyak goreng mengalami peningkatan signifikan, tapi stok minyak goreng premium dipastikan masih tersedia di berbagai gerai ritel modern.
Namun, tidak untuk Minyakita yang merupakan minyak goreng subsidi dari program pemerintah. Saat ini, stok Minyakita di ritel modern terpantau kosong.
Hal itu dikarenakan prioritas pendistribusian Minyakita saat difokuskan langsung ke pasar-pasar tradisional untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Akan tetapi, kondisi saat ini di pasar tradisional Minyakita juga terbatas," katanya.
Selain koordinasi lintas sektor, tambah Sri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng, Disdag Kota Mataram menyiapkan jadwalkan menggelar pasar rakyat atau biasa disebut pasar murah.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan komoditas pangan dengan harga terjangkau termasuk minyak goreng premium yang bisa dijual di bawah harga pasar.
Sedangkan untuk operasi pasar murah (OPM) khusus untuk Minyakita dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, dalam waktu dekat belum bisa dipastikan.
"Kalau pasar rakyat pangan tetap akan kami gelar, tapi OPM khusus Minyakita belum ada sebab kami harus pastikan ketersediaan stok yang ada," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026