Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan pihaknya menerapkan strategi Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN) sebagai upaya percepatan penurunan kasus malaria di Papua, di mana strategi itu disertai sejumlah upaya lainnya.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine mengatakan di Jakarta, Kamis, 95 persen kasus malaria di Indonesia ditemukan di Papua. Oleh karena itu pihaknya berupaya berkoordinasi untuk percepatan eliminasi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan kusta di Tanah Papua.
"Kemudian strategi berikutnya adalah bagaimana kita meningkatkan target penemuan kasus. Jadi kalau tahun lalu kita bisa menemukan kasus baru 700 ribuan, maka tahun ini harus kita temukan 800 ribuan dengan melakukan intensifikasi PCD (passive case detection) di puskesmas," katanya.
Strategi berikutnya, kata Prima, yakni menguatkan peran komunitas, mengingat komunitas lebih dekat dengan masyarakat, dan hal tersebut krusial dalam pemeriksaan dan pemberian obat. Pihaknya memiliki kebijakan untuk daerah yang aksesnya sulit, di mana pemeriksaan dan pengobatan malaria didelegasikan ke kader terlatih.
Baca juga: Hari Parkinson Sedunia momentum kuatkan akses perawatan
Strategi itu juga mencakup pembentukan tim malaria kampung dan peraturan kampung, serta pelatihan penanggulangan malaria bagi tokoh kunci.
"Dan yang terakhir adalah strategi kita untuk melakukan paket intervensi hutan, karena tadi 20 persen kasus malaria itu ada di kelompok migran," katanya.
Dia mengatakan, kelompok migran harus ditangani karena dikhawatirkan apabila mereka berpindah ke daerah-daerah endemis malaria yang rendah, penyakit itu tersebar di daerah tersebut bahkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).
Baca juga: Wamenkes menekankan kolaborasi tangani penyakit menular di Papua
"Jadi pengobatan di sini untuk paket intervensi kita lakukan pengobatan massal, pemberian paket pencegahan malaria, dan juga melakukan skrining rutin untuk orang-orang yang masih melakukan kegiatan masuk ke hutan atau di pedalaman," katanya.
Dia menyebutkan adanya sejumlah tantangan dalam eliminasi malaria di Indonesia, antara lain komitmen dan pembiayaan program, rendahnya penemuan dan pemeriksaan malaria, serta tantangan geografis.
Prima menyebutkan bahwa terdapat sekitar 282 juta kasus malaria secara global, dan wilayah Pasifik Barat menyumbang sekitar 2,4 juta kasus. Indonesia menjadi tertinggi kedua kasus malaria di wilayah itu, setelah Papua Nugini.
Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026