Mataram (ANTARA) - Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengirim sampel hasil autopsi mahasiswi berinisial NDR yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di wilayah Gomong ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, di Mataram, Senin, mengatakan sampel tersebut dikirim untuk mendukung penyelidikan penyebab kematian korban.
“Jadi, ada beberapa yang kami dapatkan untuk uji sampel dan sudah kami kirim ke Puslabfor Mabes Polri,” kata Made Dharma.
Ia berharap hasil pemeriksaan laboratorium forensik dapat menjadi petunjuk dalam mengungkap penyebab kematian yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
Namun, Made Dharma belum bersedia mengungkap jenis sampel yang dikirim karena dikhawatirkan dapat memengaruhi proses penyelidikan.
“Jadi, kita tunggu saja hasil dari puslabfor,” ujarnya.
Baca juga: Polresta Mataram memeriksa pacar dari mahasiswi tewas di kamar indekos
Selain menunggu hasil uji laboratorium, penyidik masih mendalami keterangan saksi yang telah diperiksa. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 14 saksi.
Pada Senin, penyidik memeriksa dua saksi, yakni pacar korban dan seorang rekan korban.
Polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi indekos korban untuk mencari petunjuk tambahan.
Baca juga: Kasus kematian mahasiswi, Polresta Mataram periksa 12 saksi
Made Dharma menegaskan penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian NDR meski penyelidikan telah berlangsung selama sepekan.
NDR merupakan mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Korban pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh sepupunya bersama seorang rekan yang baru datang dari Jakarta pada Minggu malam (17/5).
Kedua saksi menemukan korban dalam kondisi terlentang dan kaku di dalam kamar indekos dengan posisi pintu terkunci.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026