Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menetapkan kebijakan pembatasan gaji (salary cap) bagi seluruh tim peserta Proliga 2027, baik untuk sektor putra maupun putri guna menciptakan kompetisi yang lebih transparan dan kompetitif.
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menjelaskan kebijakan tersebut akan membatasi total gaji untuk 12 pemain lokal dalam satu tim maksimal Rp600 juta per bulan.
"Kemudian untuk pemain asing, batas gajinya 40.000 dolar AS per bulan dalam satu tim untuk dua pemain asing, jadi satu pemain asing maksimal bergaji 20.000 dolar AS atau sekitar Rp357 juta lebih (kurs Rp17.859)," kata dia di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Jawa Barat, Selasa.
Lebih lanjut Imam menjelaskan, penerapan batas gaji tersebut akan disertai sistem pengawasan yang ketat untuk mencegah terjadinya pelanggaran maupun praktik kontrak yang tidak transparan.
PBVSI akan melibatkan Dewan Pengawas serta auditor independen untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak pemain asing yang didaftarkan klub.
Imam menyatakan setiap klub wajib menyerahkan data pemain asing kepada PP PBVSI paling lambat satu bulan sebelum kompetisi bergulir.
Seluruh dokumen tersebut kemudian akan diaudit oleh tim pengawas yang terdiri atas dua perwakilan PBVSI dan satu auditor eksternal.
Baca juga: PBVSI mengumumkan skuad Timnas U18 Voli Putri
Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan penyimpangan yang berpotensi terjadi dalam proses perekrutan pemain asing, termasuk praktik pembayaran di luar kontrak resmi yang selama ini kerap menjadi perhatian pengelola kompetisi.
Selain itu, PBVSI juga berencana membentuk tim khusus yang bertugas menghimpun data pemain asing dari berbagai negara.
Seluruh nama pemain yang masuk dalam daftar tersebut akan diverifikasi, termasuk nilai kontrak yang sesuai dengan ketentuan salary cap yang telah ditetapkan PBVSI untuk musim 2027.
Baca juga: Bhayangkara mencetak sejarah juarai AVC Men's Champions League 2026
Menurut purnawirawan jenderal bintang tiga polisi itu, mekanisme tersebut memungkinkan federasi mengetahui kisaran nilai kontrak pemain asing, sehingga dapat mengontrol kemungkinan adanya kesepakatan di luar aturan yang berlaku.
"Ya nanti PBVSI juga menunjuk semacam dewan yang akan mengumpulkan nama-nama pemain di dunia ke dalam daftar pemain asing yang dicatat atau masuk list, tentu nilainya yang tidak lebih dari 20.000 dolar AS per orang," ujar dia.
Imam menambahkan, kebijakan pembatasan gaji diterapkan demi meningkatkan kualitas kompetisi nasional guna mendukung pembentukan tim nasional yang lebih kuat.
Kebijakan serupa, tambah dia, telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, sebagai upaya menjaga keseimbangan kompetisi dan keberlanjutan liga profesional.
Pewarta : Donny Aditra
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026