"Tahun anggaran 2018, SILPA dana BOS mencapai Rp740 juta lebih yang mestinya penggunaannya dapat dioptimalkan untuk kegiatan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan menyikapi tingginya SILPA dana BOS tahun 2018 yang menjadi bagian dari SILPA akhir tahun anggaran Kota Mataram tahun 2018, dengan total Rp105,4 miliar lebih.
Menurut Fatwir, adanya SILPA tersebut karena mekanisme dan waktu pelaporan penggunaan dana BOS memicu keterlambatan serta sumber daya manusia yang ada di sekolah terutama pada tingkat sekolah dasar.
Oleh karena itu untuk menghindari adanya SILPA tahun anggaran 2019, Disdik segera mencoba melakukan sinkronisasi dan koordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, terkait dengan sistem pelaporan, mekanisme serta batas waktu pelaporan.
"Kami juga ingin tidak terjadi SILPA, karena itulah kita akan berupaya meningkatkan koordinasi dengan BKD bagaimana sistem pelaporan tepat waktu," katanya.
Dikatakan, sesuai dengan namanya, pihak sekolah semstinya bisa mengoptimalkan dana BOS untuk berbagai kegiatan operasional sekolah baik intrakulikuler maupun ekstrakuliluler serta untuk pengembangan SDM di sekolah.
"Kalau terjadi SILPA, ini salah satu indikasi kurang maksimalnya penggunaan BOS di sekolah padahal anggaran sudah ada. Bahasa kasarnya untuk menghabiskan anggaran saja tidak bisa, apalagi mencari anggaran," ujarnya.
Namun demikian, Fatwir, membantah bahwa besarnya SILPA BOS 2018 karena pihak sekolah kurang kreatif dalam menggunakan anggaran tersebut. "Bukan kurang kreatif, tetapi kami terkendala SDM untuk pelaporan," katanya lagi.
Menurutnya, SILPA tersebut saat ini masih berada di kas daerah yang nantinya akan digunakan kembali oleh sekolah yang berhak, namun yang terpenting penyiapan SDM untuk proses pelaporan.
"Dengan harapan, tidak ada lagi SILPA tahun ini dan BOS dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku dan dipertanggungjawabkan secara administrasi," katanya.
Selain itu, tambahnya, pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026