Warga demo kantor Desa Gemel Loteng pertanyakan BLT
Selasa, 16 Juni 2020 17:47 WIB
Puluhan warga Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (16/06/2020), mendatangi kantor Desa setempat untuk menuntut penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang dinilai tidak tepat sasaran. (Akhyar Rosidi)
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Puluhan warga Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, mendatangi kantor Desa setempat untuk menuntut penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang dinilai tidak tepat sasaran.
Karena ada salah seorang anggota BPD dapat bantuan. Meskipun kepala desa tidak ada di kantornya, warga tetap menyampaikan aspirasi dan mereka diterima oleh Camat Jonggat, M Syukur, Kapolsek Jonggat dan wakil BPD Desa Gemel.
"Kebijakan kades yang memberikan bantuan dampak COVID-19 kepada oknum anggota BPD itu menyalahi aturan. Sudah jelas dalam aturan perangkat Desa tidak boleh mendapatkan bantuan sosial," ujar Kamarudin, salah seorang warga.
Selain itu, kepala desa tidak transparan dalam pengelolaan anggaran Desa dan pihaknya menuding anggota BPD tidak melakukan pengawasan dalam anggaran dana desa tersebut.
"Kades dan kadus sama saja, kenapa setelah ada kericuhan di bawah baru mereka melakukan musyawarah dusun," ujarnya.
"Kalau kades tidak berani menjelaskan kepada masyarakat, silahkan mundur dari jabatannya," pungkasnya.
Murdi salah seorang warga Desa Gemel lainnya mengatakan, bahwa alokasi anggaran dana desa selama ini tidak jelas.
Seperti anggaran Bumdes hingga saat ini juga berapa jumlah dan program yang dilaksanakan, tidak transparan. Sehingga pihaknya menduga ada permainan dalam pengelolaan dana bumdes tersebut.
"Program Bumdes juga tidak jelas," pungkasnya.
"Kami juga mempertanyakan pengangkatan staf pembantu sebanyak 7 orang tersebut. Apa dasar hukum dan dari mana anggaran mereka untuk diberikan honor," tambah Nasrudi warga setempat.
Sementara itu, Camat Jonggat, M Syukur yang menerima warga mengatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan warga itu akan disampaikan kepada kepala desa dan akan dibahas bersama untuk mecari solusi yang terbaik.
Karena pihaknya hanya sebatas untuk memfasilitasi apa yang menjadi tuntutan warga tersebut.
"Saya akan sampaikan keluhan ini kepada kepala desa. Seperti apa kebijakannya tergantung dari kepala desa," katanya.
Karena ada salah seorang anggota BPD dapat bantuan. Meskipun kepala desa tidak ada di kantornya, warga tetap menyampaikan aspirasi dan mereka diterima oleh Camat Jonggat, M Syukur, Kapolsek Jonggat dan wakil BPD Desa Gemel.
"Kebijakan kades yang memberikan bantuan dampak COVID-19 kepada oknum anggota BPD itu menyalahi aturan. Sudah jelas dalam aturan perangkat Desa tidak boleh mendapatkan bantuan sosial," ujar Kamarudin, salah seorang warga.
Selain itu, kepala desa tidak transparan dalam pengelolaan anggaran Desa dan pihaknya menuding anggota BPD tidak melakukan pengawasan dalam anggaran dana desa tersebut.
"Kades dan kadus sama saja, kenapa setelah ada kericuhan di bawah baru mereka melakukan musyawarah dusun," ujarnya.
"Kalau kades tidak berani menjelaskan kepada masyarakat, silahkan mundur dari jabatannya," pungkasnya.
Murdi salah seorang warga Desa Gemel lainnya mengatakan, bahwa alokasi anggaran dana desa selama ini tidak jelas.
Seperti anggaran Bumdes hingga saat ini juga berapa jumlah dan program yang dilaksanakan, tidak transparan. Sehingga pihaknya menduga ada permainan dalam pengelolaan dana bumdes tersebut.
"Program Bumdes juga tidak jelas," pungkasnya.
"Kami juga mempertanyakan pengangkatan staf pembantu sebanyak 7 orang tersebut. Apa dasar hukum dan dari mana anggaran mereka untuk diberikan honor," tambah Nasrudi warga setempat.
Sementara itu, Camat Jonggat, M Syukur yang menerima warga mengatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan warga itu akan disampaikan kepada kepala desa dan akan dibahas bersama untuk mecari solusi yang terbaik.
Karena pihaknya hanya sebatas untuk memfasilitasi apa yang menjadi tuntutan warga tersebut.
"Saya akan sampaikan keluhan ini kepada kepala desa. Seperti apa kebijakannya tergantung dari kepala desa," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler: ASN Mataram wajib tinggalkan gas melon, harga emas stabil, korupsi KONI Loteng, hingga seleksi Komisi Informasi NTB
27 January 2026 5:31 WIB
Dana dikembalikan Rp99 Juta, Kejari Lombok Tengah setop penyelidikan dugaan korupsi KONI
26 January 2026 18:00 WIB
Tiga tersangka korupsi Puskesmas Batu Jangkih ditahan di Lapas Kuripan Lombok Barat
08 January 2026 22:48 WIB
Kejari Lombok Tengah koordinasi dengan auditor terkait korupsi pengadaan truk
08 January 2026 11:05 WIB
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023