Pemdes dan BBC lepas anak penyu di Pantai Senggigi
Rabu, 8 September 2021 6:45 WIB
Pemerintah Desa Senggigi bersama komunitas peduli lingkungan yang tergabung dalam Beach Boys for Changes (BBC) melepas puluhan tukik di Pantai Senggigi, Selasa (7/9) sore.
Senggigi, Lombok Barat (ANTARA) - Pemerintah Desa Senggigi bersama komunitas peduli lingkungan yang tergabung dalam Beach Boys for Changes (BBC) melepas puluhan tukik di Pantai Senggigi, Selasa (7/9) sore.
Kepala Desa Senggigi, Mastur SE mengatakan pelepasan dan penangkaran penyu ini merupakan kekayaan yang khasanah konservasi destinasi di wilayah Senggigi sehingga perlu dilestarikan oleh semua lapisan masyarakat.
"Kami sangat senang dan mendukung sekali kegiatan-kegiatan seperti ini karena ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Senggigi," ujarnya.
Dikatakan Mastur, selain pelepasan dan penakaran penyu, di laut Senggigi beberapa bulan yang lalu juga telah dilakukan penanaman terumbu karang dan hasilnya sekarang terumbu karang itu sudah tumbuh dan banyak ikan-ikan yang tinggal di sekitarnya.
"Mudah-mudahan nanti kita akan jadikan area ini sebagai daerah konservasi yaitu konservasi laut," katanya.
"Dari pihak desa juga nantinya akan mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) tentang konservasi yang bekerjasama dengan pihak Lingkungan Hidup (LH), Kepolisian, Polairud, Babinsa, Babinkamtibmas serta dimantapkan oleh BBC," jelasnya.
Sementara, perwakilan Beach Boys for Changes (BBC) Budi Riyadi menjelaskan bahwa penakaran dan pelepasan tukik telah dilakukan bersama timnya selama kurang lebih enam bulan dan sudah melepas ratusan anak penyu.
"Jadi penakaran ini bertujuan untuk melestarikan keberadaan penyu. Karena, mengingat banyak sekali sekarang kegiatan ilegal seperti memburu telur penyu lalu dijual untuk dimakan. Selain itu, menggunakan jaring-jaring yang bisa merusak terumbu karang dan tak sedikit penyu dewasa nyangkut dijaring tersebut kemudian mati. Berangkat dari hal ini, kami coba untuk pelestarian ini biar kedepannya anak cucu kita masih bisa melihat penyu di Senggigi ini," paparnya.
Awalnya, kata Budi, kegiatan ini secara swadaya tapi setelah berjalan beberapa pekan akhirnya ada pihak-pihak yang berdonasi dengan menyumbangkan sebagian rezekinya sehingga sampai detik ini masih berjalan.
"Alhamdulillah, kegiatan ini sampai sekarang masih tetap berjalan," katanya.
Ia bersama timnya sangat berterima kasih karena mendapat respon positif juga dari Pemerintah Desa Senggigi.
Bahkan dengan hadirnya langsung Kepala Desa dan jajarannya serta pihak kepolisian, Babinkamtibmas semakin menambah suasana baru.
"Terima kasih buat pak Kades baru, pak Mastur dan seluruh staf dan dari pihak kepolisian, Pak Babin yang bisa hadir langsung di pantai ini," katanya.
Kepala Desa Senggigi, Mastur SE mengatakan pelepasan dan penangkaran penyu ini merupakan kekayaan yang khasanah konservasi destinasi di wilayah Senggigi sehingga perlu dilestarikan oleh semua lapisan masyarakat.
"Kami sangat senang dan mendukung sekali kegiatan-kegiatan seperti ini karena ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Senggigi," ujarnya.
Dikatakan Mastur, selain pelepasan dan penakaran penyu, di laut Senggigi beberapa bulan yang lalu juga telah dilakukan penanaman terumbu karang dan hasilnya sekarang terumbu karang itu sudah tumbuh dan banyak ikan-ikan yang tinggal di sekitarnya.
"Mudah-mudahan nanti kita akan jadikan area ini sebagai daerah konservasi yaitu konservasi laut," katanya.
"Dari pihak desa juga nantinya akan mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) tentang konservasi yang bekerjasama dengan pihak Lingkungan Hidup (LH), Kepolisian, Polairud, Babinsa, Babinkamtibmas serta dimantapkan oleh BBC," jelasnya.
Sementara, perwakilan Beach Boys for Changes (BBC) Budi Riyadi menjelaskan bahwa penakaran dan pelepasan tukik telah dilakukan bersama timnya selama kurang lebih enam bulan dan sudah melepas ratusan anak penyu.
"Jadi penakaran ini bertujuan untuk melestarikan keberadaan penyu. Karena, mengingat banyak sekali sekarang kegiatan ilegal seperti memburu telur penyu lalu dijual untuk dimakan. Selain itu, menggunakan jaring-jaring yang bisa merusak terumbu karang dan tak sedikit penyu dewasa nyangkut dijaring tersebut kemudian mati. Berangkat dari hal ini, kami coba untuk pelestarian ini biar kedepannya anak cucu kita masih bisa melihat penyu di Senggigi ini," paparnya.
Awalnya, kata Budi, kegiatan ini secara swadaya tapi setelah berjalan beberapa pekan akhirnya ada pihak-pihak yang berdonasi dengan menyumbangkan sebagian rezekinya sehingga sampai detik ini masih berjalan.
"Alhamdulillah, kegiatan ini sampai sekarang masih tetap berjalan," katanya.
Ia bersama timnya sangat berterima kasih karena mendapat respon positif juga dari Pemerintah Desa Senggigi.
Bahkan dengan hadirnya langsung Kepala Desa dan jajarannya serta pihak kepolisian, Babinkamtibmas semakin menambah suasana baru.
"Terima kasih buat pak Kades baru, pak Mastur dan seluruh staf dan dari pihak kepolisian, Pak Babin yang bisa hadir langsung di pantai ini," katanya.
Pewarta : Antara NTB
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN serentak gelar program bersih pantai dan pelepasan tukik
12 June 2023 11:29 WIB, 2023
Wabup Lombok Utara lepas tukik peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia
02 June 2021 22:59 WIB, 2021
Pasangan SALAM melepasliarkan puluhan ekor tukik di pantai Mataram
19 September 2020 21:36 WIB, 2020
Peringatan World Cleanup Day 2019 diwarnai aksi pelepasan tukik oleh Gubernur NTB
22 September 2019 0:40 WIB, 2019
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023