Dinsos Mataram mengevaluasi serapan BPNT
Kamis, 7 April 2022 15:24 WIB
Ilustrasi: sejumlah warga telah melakukan pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) di salah satu warung gotong royong elektronik (e-Warong) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melakukan evaluasi serapan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia terhadap 32.211 keluarga penerima manfaat (KPM) di kota itu.
"Mulai tahun ini (2022-red), pencairan BPNT bekerja sama dengan PT Pos Indonesia tidak lagi melalui BRI," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Baiq Asnayati di Mataram, Kamis.
Asnayati mengatakan, untuk mengetahui serapan BPNT tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia selaku pemegang data pencairan langsung ke KPM. Satu KPM mendapat jatah Rp200.000 per bulan.
"Pola pencairan BPNT melalui PT Pos Indonesia bentuknya tunai, tapi mereka harus membeli sembako. KPM boleh beli sembako di E-Warong, BRI Link atau lainnya asalkan nota pembelian disimpan sebagai bukti transaksi," katanya.
Ia mengatakan, jenis sembako yang boleh dibeli oleh KPM penerima BPNT antara lain beras, buah, minyak goreng, protein nabati dan hewani.
"Jika KMP menerima BPNT dari PT Pos, harapan kita tidak ada lagi rekening kosong sehingga serapan BPNT kali ini bisa mencapai 100 persen," katanya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tambah Asnayati, serapan BPNT di Kota Mataram mencapai 98 persen, sisanya dua persen tidak tersalurkan karena tidak melakukan transaksi dengan berbagai alasan.
"Setelah kami lakukan evaluasi dan koordinasi bersama pendamping, dua persen sasaran BPNT tidak melakukan transaksi karena meninggal, pindah dan ada juga yang kartunya rusak," katanya menambahkan.
"Mulai tahun ini (2022-red), pencairan BPNT bekerja sama dengan PT Pos Indonesia tidak lagi melalui BRI," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Baiq Asnayati di Mataram, Kamis.
Asnayati mengatakan, untuk mengetahui serapan BPNT tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia selaku pemegang data pencairan langsung ke KPM. Satu KPM mendapat jatah Rp200.000 per bulan.
"Pola pencairan BPNT melalui PT Pos Indonesia bentuknya tunai, tapi mereka harus membeli sembako. KPM boleh beli sembako di E-Warong, BRI Link atau lainnya asalkan nota pembelian disimpan sebagai bukti transaksi," katanya.
Ia mengatakan, jenis sembako yang boleh dibeli oleh KPM penerima BPNT antara lain beras, buah, minyak goreng, protein nabati dan hewani.
"Jika KMP menerima BPNT dari PT Pos, harapan kita tidak ada lagi rekening kosong sehingga serapan BPNT kali ini bisa mencapai 100 persen," katanya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tambah Asnayati, serapan BPNT di Kota Mataram mencapai 98 persen, sisanya dua persen tidak tersalurkan karena tidak melakukan transaksi dengan berbagai alasan.
"Setelah kami lakukan evaluasi dan koordinasi bersama pendamping, dua persen sasaran BPNT tidak melakukan transaksi karena meninggal, pindah dan ada juga yang kartunya rusak," katanya menambahkan.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinsos distribusi paket bantuan ke 191 KK terdampak cuaca ekstrem di Mataram
21 January 2026 15:54 WIB
Kejari Mataram pasang alat pengawas pada tersangka korupsi pengadaan mukena
06 January 2026 18:20 WIB
Jaksa beberkan alasan belum tahan pejabat dinsos di kasus pokir Lombok Barat
31 December 2025 18:28 WIB
Dinsos Mataram coret 2.689 KK calon penerima BLTS karena nilai tidak layak
06 November 2025 15:27 WIB