Dua Wisman Dievakuasi ke Denpasar dari Dompu
Rabu, 13 Agustus 2014 11:02 WIB
Ilustrasi - Dua wisatawan yang berselancar di Pantai Lakey (Ist)
Mataram, (Antara) - Dua wisatawan mancanegara asal Portugal dan Australia dievakuasi ke rumah sakit di Denpasar, Bali, untuk mendapatkan perawatan intensif setelah mengalami kecelakaan ketika berselancar di Pantai Lakey, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/8).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Hj Sri Suzana, yang dihubungi dari Mataram, Rabu, menyebutkan kedua wisatawan mancanegara (wisman) yang mengalami musibah tersebut adalah Rui Cesar Paivap (45) asal Portugal, dan Troy Singleton (41) warga negara Australia.
"Keduanya sudah diterbangkan ke Denpasar menggunakan helikopter melalui Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima," katanya.
Ia menjelaskan, kedua wisatawan tersebut sebelumnya mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu, karena mengalami luka.
Bahkan, satu dari dua wisman itu, yakni Rui Cesar Paivap, ditangani langsung oleh sejumlah tim dokter karena kondisinya sempat kritis akibat banyak menelan air laut ketika terhempas gelombang.
Sementara Troy Singleton, hanya mengalami luka dibagian paha dan meminta untuk segera diterbangkan ke Bali, karena berhubung masa tinggalnya juga sudah habis.
"Kedua warga negara asing itu mendapat perawatan secara intensif oleh pihak RSUD Dompu. Saya sendiri langsung memantau proses perawatannya," ucap Suzana.
Menurut dia, musibah yang dialami kedua wisatawan asing itu murni karena faktor cuaca buruk yang terjadi secara tiba-tiba pada Selasa (12/8).
Keduanya tidak mengetahui ada angin kencang dan gelombang besar, sehingga mereka terhempas ombak besar dan digulung air laut hingga salah satunya pingsan.
"Saya saja sempat kaget kemarin, angin begitu kencang. Setelah kejadian itu baru saya dapat informasi ada wisatawan mengalami musibah ketika berselancar di Pantai Lakey," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Hj Sri Suzana, yang dihubungi dari Mataram, Rabu, menyebutkan kedua wisatawan mancanegara (wisman) yang mengalami musibah tersebut adalah Rui Cesar Paivap (45) asal Portugal, dan Troy Singleton (41) warga negara Australia.
"Keduanya sudah diterbangkan ke Denpasar menggunakan helikopter melalui Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima," katanya.
Ia menjelaskan, kedua wisatawan tersebut sebelumnya mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu, karena mengalami luka.
Bahkan, satu dari dua wisman itu, yakni Rui Cesar Paivap, ditangani langsung oleh sejumlah tim dokter karena kondisinya sempat kritis akibat banyak menelan air laut ketika terhempas gelombang.
Sementara Troy Singleton, hanya mengalami luka dibagian paha dan meminta untuk segera diterbangkan ke Bali, karena berhubung masa tinggalnya juga sudah habis.
"Kedua warga negara asing itu mendapat perawatan secara intensif oleh pihak RSUD Dompu. Saya sendiri langsung memantau proses perawatannya," ucap Suzana.
Menurut dia, musibah yang dialami kedua wisatawan asing itu murni karena faktor cuaca buruk yang terjadi secara tiba-tiba pada Selasa (12/8).
Keduanya tidak mengetahui ada angin kencang dan gelombang besar, sehingga mereka terhempas ombak besar dan digulung air laut hingga salah satunya pingsan.
"Saya saja sempat kaget kemarin, angin begitu kencang. Setelah kejadian itu baru saya dapat informasi ada wisatawan mengalami musibah ketika berselancar di Pantai Lakey," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor : Yanes
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Imigrasi Bima amankan WNA Australia diduga buka kursus surfing ilegal di Lakey
07 March 2026 21:54 WIB
Museum NTB diundang ke Australia, Wastra Lombok tembus panggung Internasional
25 February 2026 19:40 WIB
Maroko & Australia tanam modal di Lombok Tengah, Pariwisata kian menggeliat
17 February 2026 10:05 WIB
Rute penerbangan Darwin-Lombok segera dibuka, NTB sambut wisatawan Australia
30 January 2026 17:20 WIB
Menko Airlangga sebut lahan food estate di Merauke Papua lebih baik dari Australia
14 January 2026 5:22 WIB