Pemkab Lombok Tengah mengembangkan tanaman sorgum
Rabu, 5 Juli 2023 20:15 WIB
Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Zaenal Arifin (ANTARA/Akhyar)
Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengembangkan tanaman sorgum pada musim kemarau 2023 dalam rangka program ketahanan pangan.
"Tahun ini kami mengembangkan tanaman sorgum seluas 30 hektare di Kecamatan Pujut dan Praya Barat Daya," kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zaenal Arifin di Praya, Rabu.
Untuk mendukung pengembangan tanaman sorgum dalam rangka mendukung ketahanan pangan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan bantuan bibit sorgum kepada para petani.
"Bantuan bibit itu ditanam di lahan seluas 30 hektare itu," katanya.
Ia mengatakan tanaman sorgum memiliki nilai ekonomi tinggi karena tidak hanya buahnya yang bisa dimanfaatkan. Namun, batang dan daunnya bisa diolah dan memiliki nilai jual, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Selain buahnya, batangnya juga bisa dijual," katanya.
Ia mengatakan tanaman sorgum merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air sehingga sangat baik jika ditanam pada musim kemarau.
"Tanaman ini sangat cocok ditanam di wilayah yang kering, karena tidak membutuhkan air yang banyak beda dengan tanaman padi," katanya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah mencatat sebanyak 20 ribu hektare lahan kering berpotensi ditanami sorgum dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
"Tanaman sorgum ini paling bagus ditanam di lahan kering," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Taufikurahman.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini juga mengembangkan tanaman sorgum dengan luas 10 hektare di wilayah desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
"Percontohan tanaman sorgum itu telah panen tiga kali," katanya.
Ia mengatakan biaya produksi tanaman sorgum ini cukup rendah bila dibandingkan dengan biaya produksi tanaman padi dan jagung. Selain itu, sorgum ini bisa dua kali panen dalam satu kali tanam.
"Hasil produksi tanaman sorgum cukup tinggi dan potensi untuk dikembangkan dalam jangka panjang," katanya.
"Tahun ini kami mengembangkan tanaman sorgum seluas 30 hektare di Kecamatan Pujut dan Praya Barat Daya," kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zaenal Arifin di Praya, Rabu.
Untuk mendukung pengembangan tanaman sorgum dalam rangka mendukung ketahanan pangan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan bantuan bibit sorgum kepada para petani.
"Bantuan bibit itu ditanam di lahan seluas 30 hektare itu," katanya.
Ia mengatakan tanaman sorgum memiliki nilai ekonomi tinggi karena tidak hanya buahnya yang bisa dimanfaatkan. Namun, batang dan daunnya bisa diolah dan memiliki nilai jual, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Selain buahnya, batangnya juga bisa dijual," katanya.
Ia mengatakan tanaman sorgum merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air sehingga sangat baik jika ditanam pada musim kemarau.
"Tanaman ini sangat cocok ditanam di wilayah yang kering, karena tidak membutuhkan air yang banyak beda dengan tanaman padi," katanya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah mencatat sebanyak 20 ribu hektare lahan kering berpotensi ditanami sorgum dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
"Tanaman sorgum ini paling bagus ditanam di lahan kering," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Taufikurahman.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah saat ini juga mengembangkan tanaman sorgum dengan luas 10 hektare di wilayah desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
"Percontohan tanaman sorgum itu telah panen tiga kali," katanya.
Ia mengatakan biaya produksi tanaman sorgum ini cukup rendah bila dibandingkan dengan biaya produksi tanaman padi dan jagung. Selain itu, sorgum ini bisa dua kali panen dalam satu kali tanam.
"Hasil produksi tanaman sorgum cukup tinggi dan potensi untuk dikembangkan dalam jangka panjang," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhut Raja Juli soroti tanaman Sorgum dikelola kelompok tani di Kupang
14 January 2025 5:19 WIB, 2025
Wamen Pertanian sebut pemerintah telah mengkaji regulasi-pemasaran sorgum
30 November 2022 20:12 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
IHSG Senin, 11 Mei dibuka melemah, saham tambang masih dibayangi sentimen royalti
11 May 2026 9:55 WIB